
Ilustrasi seseorang yang tampak berbeda antara di media sosial dan dunia nyata. (Freepik)
JawaPos.com - Media sosial (medos) telah menjadi cermin kepribadian setiap orang di era digital ini. Cermin ini kadang menampilkan distorsi, tidak sepenuhnya mencerminkan diri seseorang.
Dilansir dari geediting.com pada Rabu (19/3), beberapa kebiasaan individu yang terlihat mengganggu di dunia maya justru bisa membuat mereka disukai dalam kehidupan nyata, ditinjau dari perspektif psikologi.
Lantas, kebiasaan apa saja yang dimaksud? Berikut daftarnya.
1. Terlalu Banyak Berbagi Momen Sepele
Satu di antara kebiasaan unik adalah kecenderungan untuk berbagi momen-momen kecil dalam hidup. Di media sosial, ini bisa terlihat berlebihan dan tidak penting. Namun, di dunia nyata, orang yang suka berbagi justru dianggap pribadi yang terbuka. Mereka tidak ragu menceritakan hal-hal sederhana, membuat orang lain merasa dekat.
2. Keluhan yang Konstan di Medsos
Kebiasaan mengeluh terus-menerus di media sosial sering kali membuat orang lain jengah. Ungkapan negatif yang berulang dapat menciptakan kesan pesimis dan melelahkan. Namun, dalam interaksi tatap muka, individu ini mungkin menunjukkan sisi yang berbeda. Mereka bisa menjadi pendengar yang baik dan teman yang suportif.
3. Perfeksionis yang Tidak Realistis
Perfeksionisme yang ditampilkan di media sosial sering kali tampak dibuat-buat dan tidak autentik. Standar tinggi yang terus-menerus dipamerkan bisa membuat orang lain merasa rendah diri. Akan tetapi, di kehidupan nyata, orang dengan sifat ini justru dihargai karena standar mereka yang tinggi. Mereka dianggap memiliki komitmen dan dedikasi kuat.
4. Pejuang yang Tidak Pernah Lelah
Di media sosial, orang yang selalu terlibat dalam perdebatan dan konfrontasi bisa dianggap provokatif. Sikap mereka yang selalu siap "berperang" seringkali membuat suasana menjadi tegang. Namun, di dunia nyata, semangat juang mereka bisa diinterpretasikan sebagai bentuk kepedulian. Mereka mungkin dilihat sebagai orang yang berani membela keyakinan.
5. Haus Perhatian di Dunia Maya
Upaya mencari perhatian yang berlebihan di media sosial sering kali dianggap narsistik. Postingan yang terus-menerus berpusat pada diri sendiri dapat membuat orang lain merasa bosan. Namun, dalam interaksi langsung, orang-orang ini mungkin memiliki sisi humoris dan menghibur. Mereka bisa menjadi pusat perhatian yang menyenangkan dalam kelompok sosial.
6. Pengamat yang Diam-Diam
Orang yang jarang berinteraksi di media sosial sering kali dianggap misterius atau bahkan tidak peduli. Kehadiran mereka yang minim di dunia maya bisa menimbulkan pertanyaan dan spekulasi. Namun, di dunia nyata, mereka mungkin adalah pendengar yang sangat baik dan teman yang setia. Mereka hadir secara penuh dalam interaksi personal.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
