
Ilustrasi. (pexels.com)
JawaPos.com - Anda berada di tengah hari, kelopak mata terasa berat, fokus pun hilang. Anda memejamkan mata selama setengah jam dan bangun dengan perasaan segar kembali.
Namun, di malam harinya, anda gelisah di tempat tidur, bertanya-tanya mengapa tidak bisa tertidur. Tidur siang terlalu lama yang terasa begitu menyegarkan saat itu mungkin menjadi alasannya.
Tidur siang terlalu lama adalah pedang bermata dua. Jika dilakukan dengan benar, tidur siang bisa menjadi cara ampuh untuk mengisi ulang energi, meningkatkan konsentrasi, dan mendukung kesehatan mental serta fisik.
Tapi jika dilakukan berlebihan, bisa menjadi bahaya bagi kesehatan tubuh, menyebabkan pusing, kebingungan, bahkan mengganggu pola tidur di malam hari.
Lantas, bagaimana cara mengetahui durasi tidur siang yang ideal? Apa saja dampak jika tidur siang terlalu lama? Berikut penjelasannya dikutip dari Mindfoot.com.
Berapa Lama Seharusnya Durasi Tidur Siang yang Ideal?
Sebagian besar orang mengalami kantuk alami di sore hari, biasanya antara pukul 1 hingga 4 siang. Ini bukan sekadar efek makan siang berat, melainkan bagian dari ritme sirkadian tubuh yang mengatur siklus terjaga dan tidur.
Manfaat tidur siang sangat bergantung pada durasi. Tidur siang yang berlangsung sekitar 10 hingga 20 menit dapat memberikan efek segar tanpa menyebabkan rasa grogi.
Namun, jika tidur siang berlangsung lebih dari 30 menit, otak akan masuk ke tahap tidur yang lebih dalam. Bangun dari tidur pada tahap ini bisa menyebabkan "inersia tidur"—perasaan grogi dan disorientasi yang bisa bertahan hingga satu jam.
Penelitian menunjukkan bahwa tidur siang terlalu lama dapat mengganggu "penumpukan tekanan tidur"—dorongan alami tubuh untuk tidur—sehingga lebih sulit tertidur di malam hari. Ini bisa berujung pada gangguan tidur jangka panjang, seperti insomnia atau kualitas tidur yang buruk.
Kapan Anda Benar-Benar Membutuhkan Tidur Siang?
Bagi sebagian orang, manfaat tidur siang sangat signifikan, terutama bagi mereka yang memiliki jadwal tidur tidak teratur, seperti pekerja shift. Tidur siang yang dilakukan sebelum shift malam dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi risiko kesalahan akibat kelelahan.
Demikian pula, bagi mereka yang kurang tidur karena tuntutan pekerjaan atau mengasuh anak, tidur siang bisa menjadi solusi jangka pendek untuk mengembalikan energi. Namun, mengandalkan tidur siang sebagai pengganti tidur malam bukanlah solusi yang sehat dan bisa menjadi bahaya bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Atlet juga memanfaatkan manfaat tidur siang untuk meningkatkan pemulihan otot dan daya tahan. Penelitian NASA menemukan bahwa tidur siang selama 26 menit dapat meningkatkan kinerja staf operasional penerbangan hingga 34% dan kewaspadaan hingga 54%.
Namun, tidak semua orang cocok dengan tidur siang. Bagi penderita insomnia kronis, tidur siang bisa memperburuk kesulitan tidur di malam hari. Ini karena tidur di siang hari mengurangi rasa kantuk yang diperlukan untuk tidur nyenyak pada malam hari.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
