Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Maret 2025 | 00.25 WIB

Ganti Kopi dengan Matcha Selama Sebulan: Apakah Benar Lebih Sehat dan Bisa Meningkatkan Energi?

Ilustrasi matcha untuk pengganti kopi (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi matcha untuk pengganti kopi (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Banyak orang mengandalkan kopi untuk mendapatkan dorongan energi di pagi hari. Namun, belakangan ini, matcha semakin populer sebagai alternatif yang diklaim lebih sehat. Matcha adalah bubuk teh hijau yang kaya akan antioksidan dan memiliki kandungan kafein yang lebih stabil dibandingkan kopi. Banyak orang, terutama generasi muda, mulai beralih ke matcha karena manfaat kesehatannya yang beragam, seperti meningkatkan fokus, membantu menurunkan berat badan, serta mendukung fungsi kognitif.

Sebagai minuman yang berasal dari teh hijau, matcha memiliki kandungan kafein yang cukup tinggi, tetapi tidak menimbulkan lonjakan energi yang tiba-tiba seperti kopi. Hal ini membuat matcha banyak dipilih oleh mereka yang ingin tetap berenergi sepanjang hari tanpa mengalami efek samping seperti gelisah atau kelelahan setelah kafein habis dalam tubuh. 

Dilansir dari laman Healthline, Rabu (12/03), berikut adalah pengalaman mencoba mengganti kopi dengan matcha selama satu bulan.

Perbandingan Kandungan Kafein dan Cara Penyajian Matcha

Biasanya, konsumsi kopi di pagi hari bisa mencapai sekitar 254 mg kafein dalam satu cangkir espresso ganda. Sementara itu, matcha mengandung sekitar 70 mg kafein per sendok teh, sehingga jika menggunakan dua sendok teh bubuk matcha dalam satu penyajian, total kafein yang dikonsumsi hanya 140 mg. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan kopi, tetapi cukup untuk memberikan efek stimulan bagi tubuh.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, cara penyajian matcha juga perlu diperhatikan. Berikut adalah langkah-langkah dalam membuat matcha yang benar:

  1. Siapkan bubuk matcha – Gunakan 1 sendok teh bubuk matcha untuk satu porsi standar.
  2. Panaskan air – Suhu yang ideal sekitar 70°C dengan perbandingan air dua kali lipat dari bubuk matcha.
  3. Aduk hingga berbusa – Gunakan chasen (bamboo whisk) atau pengaduk listrik untuk mencampurkan air dan matcha hingga berbusa.
  4. Tambahkan susu atau pemanis sesuai selera – Bisa dinikmati dalam bentuk latte hangat atau es matcha latte.

Rasa dan Harga Matcha

Dibandingkan kopi, matcha memiliki rasa yang lebih khas, sering kali digambarkan memiliki aroma dan rasa yang sedikit "berumput". Untuk mendapatkan rasa yang lebih nikmat, banyak orang menambahkan pemanis alami seperti madu, sirup maple, ekstrak vanila, atau stevia. Penggunaan susu juga bisa membantu mengurangi rasa pahit dan memberikan tekstur yang lebih lembut.

Harga matcha bervariasi tergantung kualitasnya. Matcha kelas seremonial memiliki harga yang lebih mahal karena proses produksinya lebih ketat, sedangkan matcha kelas kuliner lebih terjangkau dan sering digunakan untuk campuran minuman atau makanan. Salah satu pilihan ekonomis adalah membeli dalam kemasan besar, seperti yang tersedia di toko grosir dengan harga sekitar $20 untuk satu kantong besar.

Dampak Beralih dari Kopi ke Matcha

Bagi mereka yang terbiasa mengonsumsi kopi setiap hari, beralih ke matcha mungkin terasa sulit di awal. Hari-hari pertama tanpa kopi bisa menyebabkan rasa kantuk yang cukup berat. Namun, menariknya, meskipun jumlah kafein dalam matcha lebih sedikit, kandungan tersebut masih cukup untuk mencegah sakit kepala akibat putus kafein.

Salah satu perbedaan utama antara kopi dan matcha adalah efek kafeinnya. Kopi memberikan lonjakan energi yang cepat, tetapi sering kali diikuti dengan 'crash' atau kelelahan setelah efeknya hilang. Sementara itu, matcha memberikan energi yang lebih stabil dan bertahan lebih lama, tanpa membuat tubuh merasa gelisah atau terlalu bersemangat secara tiba-tiba. Inilah alasan mengapa matcha sering disebut sebagai sumber kafein yang lebih seimbang dibandingkan kopi.

Menariknya, ketika seseorang kembali minum kopi setelah satu bulan hanya mengonsumsi matcha, tubuh bisa mengalami reaksi yang berbeda. Salah satu efek yang mungkin terjadi adalah sakit kepala, yang bisa menjadi tanda bahwa tubuh telah beradaptasi dengan pola konsumsi kafein yang lebih rendah dari matcha.

Apakah Matcha Bisa Menggantikan Kopi?

Meskipun matcha memiliki banyak manfaat kesehatan, tidak semua orang bisa dengan mudah meninggalkan kopi. Bagi sebagian orang, kopi bukan hanya sekadar sumber kafein, tetapi juga bagian dari rutinitas yang memberikan rasa nyaman dan meningkatkan semangat di pagi hari.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore