Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Maret 2025 | 00.28 WIB

Diam Itu Emas: 10 Situasi dalam Hidup di Mana Diam adalah Pilihan Terbijak, Menurut Psikologi

Situasi yang menjadikan diam sebagai pilhan bijaksana (Drazen Zigic -freepik) - Image

Situasi yang menjadikan diam sebagai pilhan bijaksana (Drazen Zigic -freepik)

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang menganggap bahwa berbicara adalah cara terbaik untuk mengekspresikan diri atau menyelesaikan suatu masalah.

Namun, kenyataannya, tidak semua situasi membutuhkan kata-kata. Terkadang, diam justru menjadi pilihan yang lebih bijak, terutama ketika berbicara hanya akan memperburuk keadaan atau tidak membawa manfaat.

Menurut psikologi, ada momen-momen tertentu di mana menahan diri untuk tidak berbicara menunjukkan kedewasaan emosional, pengendalian diri, dan kebijaksanaan dalam bersikap.

Melansir Personal Branding Blog, menurut psikologi, berikut adalah 10 situasi di mana diam lebih bernilai daripada berbicara.

1) Saat Anda Dikuasai Amarah

Ketika emosi sedang memuncak, kata-kata yang keluar cenderung tidak terkendali dan bisa menyakiti orang lain.

Dalam kondisi marah, otak emosional mengambil alih kendali, sehingga logika dan pemikiran rasional sulit berfungsi dengan baik.

Daripada mengatakan sesuatu yang nantinya akan disesali, lebih baik diam sejenak, menarik napas dalam, dan menenangkan diri sebelum merespons situasi.

2) Ketika Mendengarkan Lebih Penting

Sering kali, orang lebih fokus pada bagaimana cara menjawab daripada benar-benar mendengarkan. Padahal, dalam banyak situasi, mendengarkan dengan penuh perhatian jauh lebih bernilai daripada berbicara.

Dalam percakapan yang bermakna, terutama ketika seseorang sedang mencurahkan isi hatinya, diam dan mendengarkan dengan empati menunjukkan bahwa Anda benar-benar peduli dan memahami perasaan orang lain.

3) Saat Kata-Kata Tidak Akan Mengubah Situasi

Ada momen dalam hidup di mana berbicara tidak akan mengubah keadaan, seperti berdebat dengan seseorang yang keras kepala atau mencoba meyakinkan orang yang sudah memiliki pendapat yang sangat kuat.

Dalam situasi seperti ini, lebih baik menghemat energi dengan memilih diam daripada terlibat dalam perdebatan yang tidak membawa manfaat.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore