Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Februari 2025 | 21.17 WIB

8 Kebiasaan Diam-diam yang Bikin Orang selalu Terjebak Utang, Menurut Psikologi

Jauh dari Kata Kurang Terbebas Utang, 7 Weton Bersyukur Diberi Hidup Mapan - Image

Jauh dari Kata Kurang Terbebas Utang, 7 Weton Bersyukur Diberi Hidup Mapan

JawaPos.com - Kebiasaan buruk soal uang sering kali terjadi tanpa disadari. Tahu-tahu uang lenyap begitu saja dan akhirnya utang menjadi pilihan. Terus saja begitu hingga tanpa sadar kita sudah terlilit utang.
 
Faktanya, ada kebiasaan-kebiasaan tertentu yang tanpa sadar membuat seseorang terjebak dalam lingkaran utang. Kebiasaan ini seringkali begitu halus hingga tidak disadari, tapi perlahan-lahan bisa merusak kondisi finansial.
 
Nah, kalau kamu ingin bebas dari jebakan utang, kenali 8 kebiasaan berikut dan mulai perbaiki pola pikir tentang uang, dikutip dari Small Business Bonfire, Senin (24/2).
 
1. Sering Menganggap Pengeluaran Kecil itu Nggak Masalah
 
"Ah, cuma beli kopi doang. Cuma beberapa puluh ribu aja." Kedengarannya sepele, tapi kalau dilakukan terus-menerus, jumlahnya bisa membengkak!
 
Tanpa sadar, pengeluaran kecil seperti jajan, langganan streaming yang nggak dipakai, atau belanja impulsif bisa menggerogoti dompet. Lama-lama, jadi susah menabung dan utang pun makin menumpuk.
 
2. Selalu Menunda untuk Mulai Menabung
 
"Nanti aja deh mulai nabungnya, bulan depan pasti bisa lebih hemat." Masalahnya, bulan depan selalu ada alasan baru: acara ulang tahun, diskon menarik, atau sekadar ingin memanjakan diri setelah minggu yang melelahkan.
 
Fenomena ini disebut bias masa kini, yaitu kecenderungan untuk lebih fokus pada kepuasan saat ini dibanding manfaat jangka panjang. Kalau terus menunda, kebiasaan menabung nggak akan pernah benar-benar dimulai.
 
3. Terlalu Mengandalkan Kartu Kredit
 
Kartu kredit memang praktis, tapi bisa jadi jebakan kalau nggak bijak menggunakannya. Penelitian menunjukkan bahwa orang cenderung menghabiskan lebih banyak uang saat menggunakan kartu kredit dibanding uang tunai.
 
Kenapa? Karena transaksi dengan kartu kredit terasa lebih "ringan", jadi kita sering nggak sadar sudah menggesek terlalu banyak. Kalau cuma bayar minimum setiap bulan, bunganya bisa makin menumpuk dan bikin utang sulit lunas.
 
4. Takut Mengecek Rekening
 
Banyak orang yang stres saat melihat saldo rekening atau tagihan kartu kreditnya, sehingga mereka memilih untuk tidak melihatnya sama sekali. Ini disebut efek "burung unta"—menghindari kenyataan finansial dengan harapan semuanya akan baik-baik saja.
 
Sayangnya, mengabaikan masalah nggak akan membuatnya hilang. Justru bisa memperparah kondisi keuangan karena keterlambatan pembayaran dan bunga yang terus bertambah.
 
5. Menggunakan Belanja sebagai Pelarian Emosi
 
Merasa stres, bosan, atau sedih? Beberapa orang melampiaskannya dengan belanja, alias retail therapy. Meskipun menyenangkan sesaat, efeknya hanya sementara. Setelah itu, yang tersisa adalah tagihan yang semakin menumpuk.
 
Nggak ada yang salah dengan sesekali memberi hadiah untuk diri sendiri, tapi kalau belanja dijadikan pelarian dari masalah emosional, bisa jadi kebiasaan yang berbahaya.
 
6. Mengira Orang Lain Baik-Baik Saja secara Finansial
 
Di media sosial, semua orang terlihat sukses: liburan ke luar negeri, beli mobil baru, atau makan di restoran mewah. Padahal, kenyataannya banyak dari mereka juga punya utang dan masalah finansial yang tidak mereka tunjukkan.
 
Jangan terjebak dalam social comparison trap. Fokuslah pada keuangan sendiri, bukan mencoba mengikuti gaya hidup orang lain yang sebenarnya belum tentu realistis.
 
7. Berpikir bahwa Menghasilkan Lebih Banyak Uang Akan Menyelesaikan Masalah
 
Banyak yang percaya bahwa kalau penghasilan bertambah, keuangan akan otomatis lebih stabil. Sayangnya, kalau kebiasaan finansial buruk tetap dilakukan, pendapatan berapa pun nggak akan pernah cukup.
 
Ini disebut lifestyle inflation, di mana gaya hidup ikut naik seiring dengan kenaikan pendapatan. Jadi, solusi utama bukan cuma cari penghasilan lebih besar, tapi juga mengelola uang dengan lebih baik.
 
8. Tidak Punya Rencana Keuangan yang Jelas
 
Utang terasa lebih menakutkan kalau nggak ada rencana jelas untuk melunasinya. Banyak orang hanya membayar tagihan minimum sambil berharap suatu saat situasi akan membaik, tanpa strategi yang konkret.
 
Padahal, memiliki rencana yang jelas—seperti menetapkan anggaran, memprioritaskan utang dengan bunga tinggi, dan mulai menabung meski sedikit—bisa membuat perjalanan finansial lebih terarah dan terkendali.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore