
Orang yang Hangat dengan Teman tapi Dingin dengan Keluarga Biasanya Punya 7 Pengalaman Masa Kecil Ini
JawaPos.com - Beberapa orang bersikap hangat, murah hati, dan terbuka dengan teman-temannya. Namun mereka justru bersikap jauh, dingin, atau bahkan kasar dengan keluarganya.
Sekilas, hal ini mungkin tampak membingungkan. Bukankah orang-orang yang membesarkan kita seharusnya menerima kebaikan yang sama seperti yang kita tunjukkan kepada orang-orang yang kita pilih untuk hadir dalam hidup kita?
Tapi kalau kamu salah satu dari mereka yang orang yang hangat dengan teman tapi bersikap dingin dengan keluarga, ada kemungkinan besar bahwa pola asuh yang kamu alami waktu kecil berperan dalam hal ini.
Dilansir dari laman Geediting.com pada Kamis (20/2) berikut adalah beberapa pengalaman masa kecil yang sering dialami oleh orang-orang dengan pola hubungan seperti ini.
1. Mereka Tumbuh dalam Keluarga yang Mengabaikan Emosi
Mungkin sejak kecil mereka sering disuruh untuk "berhenti menangis" saat sedang sedih atau malah dianggap lemah jika menunjukkan kerentanan. Seiring waktu, mereka belajar bahwa mengungkapkan perasaan di rumah bukanlah pilihan yang aman.
Sebaliknya, dengan teman-teman, mereka menemukan ruang untuk mengekspresikan diri. Ada validasi, ada empati, dan ada dukungan emosional, sesuatu yang dulu tidak mereka dapatkan di rumah. Maka, tanpa sadar mereka lebih nyaman terbuka kepada teman dibanding keluarganya sendiri.
2. Mereka Merasa Harus Mendapatkan Kasih Sayang dari Keluarganya
Ada keluarga yang memberikan kasih sayang tanpa syarat, tapi ada juga yang membuat anak merasa bahwa cinta harus diperoleh, bukan diberikan dengan cuma-cuma. Jika mereka tidak memenuhi standar tertentu, kehangatan itu hilang. Ini membuat mereka percaya bahwa cinta itu sesuatu yang harus diperjuangkan.
Tapi dengan teman-teman? Mereka diterima apa adanya, tanpa syarat. Itu sebabnya mereka lebih mudah bersikap lembut dan penuh perhatian kepada teman, sementara dengan keluarga, mereka lebih menjaga jarak.
3. Mereka Adalah Pengasuh Emosional dalam Keluarga
Beberapa anak tumbuh dengan orang tua yang mendukung dan menghibur mereka. Yang lain? Malah harus menjadi tempat curhat orang tuanya.
Mungkin mereka terbiasa menenangkan amarah orang tua, menengahi konflik keluarga, atau menjadi tumpuan emosi bagi anggota keluarga yang lebih tua. Alih-alih mendapatkan perlindungan, mereka justru bertanggung jawab atas kesejahteraan emosional orang lain.
Karena itu, mereka belajar bahwa keluarga adalah tempat di mana mereka memberi, bukan menerima. Wajar jika mereka tidak merasa aman untuk terbuka di rumah, tetapi sebaliknya, mencari kehangatan dalam persahabatan.
4. Mereka Dibandingkan dengan Saudara Kandung atau Anak Lain

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
