Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Februari 2025 | 03.20 WIB

Orang yang Sering Mengatakan 'Nanti Saja' Tetapi Tidak Pernah Benar-Benar Melakukannya Biasanya Memiliki 7 Ciri Kepribadian Ini

Ilustrasi seseorang yang sering mengatakan - Image

Ilustrasi seseorang yang sering mengatakan

JawaPos.com - Prokrastinasi sering kali datang dengan ilusi bahwa menunda pekerjaan adalah bentuk penghiburan sementara.

Rasanya, tugas bisa ditunda untuk memberi ruang pada hal-hal yang lebih mendesak, tetapi yang terjadi justru daftar pekerjaan semakin bertambah.

Sadar atau tidak, banyak orang sering kali berjanji untuk menyelesaikan sesuatu "nanti saja," hanya untuk terjebak dalam siklus penundaan tanpa akhir.

Mengapa ada kebiasaan terus-menerus mengucapkan kata "nanti," tetapi tak pernah benar-benar mengerjakannya?

Dilansir dari Blog Herald pada Kamis (20/2), berikut adalah tujuh ciri kepribadian yang sering muncul pada orang yang terus-menerus menunda pekerjaan, tetapi jarang menyelesaikannya.

1. Lebih Suka Kepuasan Instan

Salah satu ciri paling mencolok dari para penunda adalah kecenderungan untuk memilih kepuasan instan. Apakah itu scroll media sosial, menonton serial favorit, atau ngemil, kenikmatan sementara ini sering dianggap sebagai pelarian dari tugas yang menuntut perhatian.

Begitu tugas yang menanti terasa sulit atau membosankan, godaan untuk melakukan hal yang menyenangkan kini semakin kuat. Psikologi di balik ini cukup sederhana: otak lebih suka hadiah instan, terutama ketika dihadapkan dengan tugas yang rumit atau membingungkan.

Orang-orang yang memilih kesenangan seketika sering meyakinkan diri bahwa pekerjaan bisa diselesaikan nanti, mungkin malam ini atau besok ketika tenaga lebih banyak. Namun, kenyataannya, "besok" jarang datang sebagaimana yang dibayangkan, dan tugas pun semakin menumpuk.

2. Kurang Memiliki Disiplin Diri

Sebagian orang belajar disiplin sejak dini, seperti dengan kebiasaan tidur yang teratur atau waktu belajar yang konsisten. Namun, sebagian lagi kesulitan untuk membangun kebiasaan itu, terutama tanpa dorongan eksternal seperti pengawasan atau deadline dari orang lain.

Tanpa tekanan eksternal, banyak yang kesulitan untuk memulai suatu pekerjaan. Alih-alih memiliki dorongan untuk melakukannya, mereka cenderung membutuhkan situasi mendesak untuk benar-benar mulai bergerak.

Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang kurang percaya pada kemampuan diri atau kurang termotivasi untuk memulai pekerjaan tanpa dorongan besar akan lebih cenderung untuk menunda-nunda.

3. Takut Gagal Atau Ingin Sempurna

Mungkin terdengar aneh, tetapi banyak penunda kronis sebenarnya memiliki jiwa perfeksionis. Mereka takut hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan standar tinggi yang telah ditetapkan, sehingga memilih untuk menunda pekerjaan tersebut.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore