
Ilustrasi seseorang yang sering mengatakan
JawaPos.com - Prokrastinasi sering kali datang dengan ilusi bahwa menunda pekerjaan adalah bentuk penghiburan sementara.
Rasanya, tugas bisa ditunda untuk memberi ruang pada hal-hal yang lebih mendesak, tetapi yang terjadi justru daftar pekerjaan semakin bertambah.
Sadar atau tidak, banyak orang sering kali berjanji untuk menyelesaikan sesuatu "nanti saja," hanya untuk terjebak dalam siklus penundaan tanpa akhir.
Mengapa ada kebiasaan terus-menerus mengucapkan kata "nanti," tetapi tak pernah benar-benar mengerjakannya?
Dilansir dari Blog Herald pada Kamis (20/2), berikut adalah tujuh ciri kepribadian yang sering muncul pada orang yang terus-menerus menunda pekerjaan, tetapi jarang menyelesaikannya.
1. Lebih Suka Kepuasan Instan
Salah satu ciri paling mencolok dari para penunda adalah kecenderungan untuk memilih kepuasan instan. Apakah itu scroll media sosial, menonton serial favorit, atau ngemil, kenikmatan sementara ini sering dianggap sebagai pelarian dari tugas yang menuntut perhatian.
Begitu tugas yang menanti terasa sulit atau membosankan, godaan untuk melakukan hal yang menyenangkan kini semakin kuat. Psikologi di balik ini cukup sederhana: otak lebih suka hadiah instan, terutama ketika dihadapkan dengan tugas yang rumit atau membingungkan.
Orang-orang yang memilih kesenangan seketika sering meyakinkan diri bahwa pekerjaan bisa diselesaikan nanti, mungkin malam ini atau besok ketika tenaga lebih banyak. Namun, kenyataannya, "besok" jarang datang sebagaimana yang dibayangkan, dan tugas pun semakin menumpuk.
2. Kurang Memiliki Disiplin Diri
Sebagian orang belajar disiplin sejak dini, seperti dengan kebiasaan tidur yang teratur atau waktu belajar yang konsisten. Namun, sebagian lagi kesulitan untuk membangun kebiasaan itu, terutama tanpa dorongan eksternal seperti pengawasan atau deadline dari orang lain.
Tanpa tekanan eksternal, banyak yang kesulitan untuk memulai suatu pekerjaan. Alih-alih memiliki dorongan untuk melakukannya, mereka cenderung membutuhkan situasi mendesak untuk benar-benar mulai bergerak.
Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang kurang percaya pada kemampuan diri atau kurang termotivasi untuk memulai pekerjaan tanpa dorongan besar akan lebih cenderung untuk menunda-nunda.
3. Takut Gagal Atau Ingin Sempurna
Mungkin terdengar aneh, tetapi banyak penunda kronis sebenarnya memiliki jiwa perfeksionis. Mereka takut hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan standar tinggi yang telah ditetapkan, sehingga memilih untuk menunda pekerjaan tersebut.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
