
Ilustrasi seorang wanita. (User18526052/Freepik).
JawaPos.com – Pernahkah Anda bertemu seseorang yang susah meminta maaf dan selalu berkelit dari kesalahan yang ia perbuat? Bahkan, terkadang ia bisa memutarnya dan memanipulasi Anda sehingga Anda berpikir itu adalah kesalahan Anda?
Meminta maaf merupakan salah satu cara terbaik untuk meredam konflik dan memperbaiki kesalahan. Tetapi, tindakan kecil ini bisa sangat menyulitkan untuk sebagian orang. Sehingga, kerap kali membuat frustrasi dan justru malah menyebabkan suasana tambah panas.
Meski demikian, ternyata ada beberapa alasan di balik mengapa seseorang susah meminta maaf dan mengakui kesalahannya menurut psikologi. Seperti dirangkum dari Learning Mind dan Parade.com, berikut ulasan selengkapnya.
1. Takut citranya rusak
Banyak orang memilih untuk tidak meminta maaf karena mereka takut citra dirinya akan rusak, meskipun telah melakukan sebuah kesalahan.
Padahal, di dunia ini tidak ada seorang pun yang sempurna. Tetapi, beberapa orang ingin dilihat sebagai sosok yang sempurna, sehingga meminta maaf dan mengakui kesalahan dinilai dapat merusak harga dirinya.
2. Tidak sadar melakukan kesalahan
Aneh tapi nyata, beberapa orang yang susah meminta maaf terkadang tidak sadar bahwa mereka telah melakukan kesalahan. Bahkan jika orang lain memaksa mereka untuk meminta maaf, mereka akan sulit memahami mengapa tindakan itu harus dilakukan.
Tidak seperti orang yang memiliki gengsi dan takut citranya rusak karena meminta maaf, orang yang tidak menyadari kesalahannya kerap kali tidak memiliki keterampilan sosial yang kuat. Sehingga, mereka terkadang akan kebingungan mengapa mereka harus meminta maaf.
3. Punya ego dan gengsi yang tinggi
Orang yang memiliki ego dan gengsi yang tinggi terkadang takut untuk meminta maaf. Mereka memiliki gagasan bahwa mereka mengakui kesalahan dan meminta maaf, maka mereka akan terlihat lemah. Sehingga, ini bisa melukai harga diri mereka.
Jadi, untuk menjaga egonya, mereka harus menahan permintaan maaf dan bersikap baik-baik saja. Biasanya, mereka juga membelokkan kesalahan pada orang lain. Bahkan, orang yang sudah disakiti oleh mereka pun tak luput dari tuduhan.
4. Narsistik
Beberapa orang yang susah meminta maaf mungkin saja menikmati kekacauan yang mereka perbuat. Mereka tidak akan meminta maaf karena ini bisa jadi memberi mereka kepuasan karena telah mengacaukan hidup orang lain.
Banyak orang yang menderita gangguan kepribadian narsistik sulit mengakui kesalahannya dan justru mengkambing hitamkan orang lain.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
