Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Februari 2025 | 04.17 WIB

Tanpa Disadari 5 Sikap Berikut Menandakan Anda Memiliki Empati Tinggi, Salah Satunya Memperhatikan Perubahan Kecil

Ilustrasi wanita dengan jiwa empati yang tinggi. (Freepik) - Image

Ilustrasi wanita dengan jiwa empati yang tinggi. (Freepik)

JawaPos.com – Empati tidak selalu muncul dengan jelas atau terang-terangan. Terkadang, empati muncul dalam cara-cara kecil dan halus dan hal-hal yang kita lakukan secara naluriah tanpa perlu dipikirkan.

Psikologi memberi tahu kita bahwa empati bukan hanya tentang bersikap baik tetapi tentang koneksi, kesadaran, dan kecerdasan emosional.

Jika Anda pernah bertanya-tanya seberapa empati Anda sebenarnya, ada tanda-tanda tersembunyi yang mengungkapkan seberapa dalam Anda memahami dan berhubungan dengan orang lain.

Berikut 5 sikap yang menandakan bahwa Anda memiliki jiwa empati tinggi, seperti dilansir dari laman Hack Spirit.

1. Lelah setelah berinteraksi sosial

Orang yang berempati secara alami menyerap emosi orang-orang di sekitarnya. Baik itu kegembiraan, kesedihan, atau frustrasi, Anda tidak hanya mendengar apa yang dikatakan seseorang namun Anda dapat merasakannya dan hubungan emosional itu bisa melelahkan.

Psikolog menyebutnya penularan emosi di mana Anda secara tidak sadar mengambil alih perasaan orang lain. Itu bukan sesuatu yang Anda lakukan dengan sengaja itu terjadi begitu saja karena otak Anda terprogram untuk saling memahami dan terhubung secara mendalam.

Jika situasi sosial sering membuat Anda merasa tertekan secara emosional, ini bisa jadi berarti Anda lebih berempati daripada yang Anda sadari.

2. Memperhatikan perubahan kecil

Psikolog mengatakan peningkatan kesadaran akan perubahan emosi yang halus ini merupakan indikator kuat empati. Artinya, Anda peka terhadap perasaan orang lain, bahkan saat mereka mencoba menyembunyikannya.

Jika Anda sering bertanya pada diri sendiri, “Apakah kamu yakin kamu baik-baik saja?” karena Anda tahu ada yang tidak beres, itu pertanda bahwa empati Anda sangat dalam.

3. Mudah bereaksi saat orang lain merasa sakit

Ahli saraf menemukan bahwa saat kita melihat orang lain kesakitan, pusat nyeri di otak kita pun ikut aktif. Hal ini terjadi karena adanya neuron cermin, yang membantu kita memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain.

Bagi orang yang sangat berempati, hubungan ini bisa jadi lebih kuat. Anda tidak hanya bersimpati dengan ketidaknyamanan seseorang Anda merasakannya secara fisik. Jika Anda tersentak, tegang, atau bahkan tiba-tiba merasakan sakit ketika orang lain terluka, itu pertanda bahwa empati Anda tertanam kuat dalam cara otak Anda memproses dunia.

4. Kesulitan menetapkan batasan emosional

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore