
Ilustrasi: Pasangan bertengkar. (Pexels)
JawaPos.com – Dalam hubungan sosial, baik itu pribadi, profesional, atau keluarga, beberapa orang pasti pernah berhadapan dengan orang yang sering kali merasa menjadi korban dalam setiap situasi, bahkan ketika mereka sendiri yang melakukan kesalahan.
Sikap ini dikenal dengan istilah playing victim atau “berperan sebagai korban”, yaitu seseorang yang cenderung menghindari tanggung jawab atas perbuatan mereka dan malah membalikkan keadaan, sehingga orang lain yang tampak seolah bersalah.
Hal ini tidak hanya merugikan mereka sendiri, tetapi juga dapat menciptakan ketegangan dalam hubungan yang seharusnya sehat dan saling mendukung.
Melansir dari laman The Blog Herald, Jumat (14/2), dalam artikel ini akan membahas 7 tingkah laku yang sering muncul dari orang-orang yang suka bermain peran sebagai korban.
Seseorang yang sering merasa dirinya sebagai korban cenderung meremehkan kesalahan mereka sendiri dan membesar-besarkan kesalahan orang lain.
Ini berarti mereka memutarbalikkan kejadian agar terlihat sebagai pihak yang dirugikan, padahal mereka mungkin juga ikut berperan dalam masalah tersebut. Orang seperti ini lebih fokus menyalahkan orang lain dan mengabaikan peran mereka dalam konflik.
Orang yang sering bertindak seperti korban cenderung mencari dukungan emosional dari orang-orang di sekitarnya, meskipun mereka sendiri mungkin yang memicu masalah atau drama tersebut.
Mereka sering mengeluh tentang perlakuan tidak adil dan berharap mendapatkan simpati dan kenyamanan, misalnya dari rekan kerja atau teman.
Beberapa orang menggunakan kesulitan masa lalu, seperti masalah di masa kecil, keuangan, atau kesehatan, untuk menjelaskan atau membenarkan kesalahan mereka.
Memahami latar belakang seseorang itu memang penting, dan wajar jika pengalaman masa lalu memengaruhi perilaku mereka.
Namun, jika seseorang terus-menerus menggunakan masa lalu untuk memaafkan tindakan buruk yang mereka lakukan, itu sudah menjadi bentuk playing victim.
Alih-alih mengakui atau menghadapi kesalahan mereka secara langsung, mereka menggunakan komentar untuk memanipulasi orang lain agar merasa bersalah atau kasihan pada mereka.
Misalnya, mereka bisa mengatakan hal-hal seperti, “Kurasa aku selalu menjadi orang jahat” atau “Aku tahu kalau tidak ada yang di pihakku, kok”.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
