Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Februari 2025 | 21.54 WIB

3 Alasan Kenapa Pasangan Masih Ingat Masa Lalu dan Susah Move On, Bisa Jadi Salah Satunya Karena Kamu!

Ilustrasi alasan pasangan masih mengingat masa lalu dan susah move on (freepik) - Image

Ilustrasi alasan pasangan masih mengingat masa lalu dan susah move on (freepik)

JawaPos.com - Mengingat masa lalu sering kali menjadi tantangan dalam hubungan baru. Tidak sedikit orang yang masih terjebak dalam kenangan lama, membuat mereka sulit benar-benar move on.

Bisa jadi, pasanganmu juga mengalami hal yang sama. Tapi, pernahkah kamu berpikir bahwa mungkin saja kamu adalah salah satu alasan kenapa dia masih sulit melupakan masa lalunya.

Dilansir melalui laman Psychology Today, Selasa, (11/2) Susan Krauss Whitbourne, seorang profesor emerita dalam bidang psikologi di University of Massachusetts Amherst, menjelaskan bahwa mengingat kenangan masa lalu sebenarnya bukanlah sesuatu yang buruk. Apalagi jika hubungan yang dijalani berlangsung lama, wajar jika kenangan tersebut masih melekat.

Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh Cathy Cox dari Texas Christian University menemukan bahwa ‘lamunan nostalgia’ justru bisa meningkatkan suasana hati, harga diri, dan identitas seseorang.

Hampir tidak ada orang yang hanya mengenang masa lalunya sekali dalam sebulan. Artinya, mengingat mantan adalah hal yang manusiawi.

Lantas, apa alasan utama seseorang masih sulit move on dari masa lalunya? Mengutip penjelasan David Ludden, seorang profesor psikologi di Georgia Gwinnett College, melalui artikelnya di Psychology Today ada 3 alasan utama yang ditemukan dalam penelitian psikolog Austria, Ursula Athenstaedt, terhadap 876 orang yang baru saja putus cinta dan mengapa mereka masih mengingat masa lalunya.

1. Harapan untuk Kembali Bersama Mantan

Penelitian menunjukkan bahwa laki-laki lebih cenderung berpikir positif tentang mantannya dan bahkan berharap bisa kembali bersama. Sementara itu, perempuan biasanya memilih untuk benar-benar mengakhiri hubungan dengan cara mengingat sisi negatif mantannya dan mengabaikan kenangan baik.

Secara evolusi, laki-laki cenderung mempertahankan harapan bahwa mantannya masih bisa menjadi pasangan lagi, meski mereka juga mencari alternatif lain. Sebaliknya, perempuan lebih fokus pada hubungan jangka panjang dan cenderung tidak ingin kembali ke hubungan yang sudah gagal.

2. Cara Mengatasi Rasa Patah Hati

Setelah putus cinta, laki-laki lebih sering menggunakan cara ‘melarikan diri’ dari kesedihan, seperti bekerja lebih lama, melakukan aktivitas ekstrem, atau bahkan mengonsumsi alkohol. Mereka juga lebih sering masuk ke dalam hubungan baru sebagai ‘pelarian’, meskipun belum tentu serius.

Sementara itu, perempuan lebih memilih mencari dukungan emosional dari teman dan keluarga. Mereka cenderung memberi waktu pada diri sendiri untuk menyembuhkan luka sebelum membuka hati untuk hubungan baru. Perbedaan ini menunjukkan bahwa perempuan lebih mengandalkan jaringan sosialnya, sementara laki-laki cenderung kehilangan tempat berbagi setelah putus cinta.

3. Persepsi yang Berbeda Tentang Penyebab Putus Cinta

Perempuan biasanya lebih jelas dalam melihat alasan berakhirnya hubungan dan sering kali menyalahkan mantan pasangannya. Hal ini membantu mereka untuk benar-benar move on dan tidak ingin kembali ke hubungan lama.

Di sisi lain, laki-laki sering kali merasa bingung dengan alasan hubungan mereka berakhir. Mereka tidak bisa menyalahkan mantannya karena masih memiliki harapan untuk kembali, tapi juga enggan menyalahkan diri sendiri. Ketidakjelasan ini membuat mereka sulit benar-benar melangkah maju dan terus terjebak dalam kenangan masa lalu.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore