
Ilustrasi seseorang yang kesulitan melepaskan masa lalu.
JawaPos.com – Melepaskan masa lalu bukanlah hal mudah bagi sebagian orang. Bagi mereka yang terus terjebak dalam kenangan lama, pengalaman negatif sering kali terasa lebih nyata daripada momen positif.
Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan berkaitan dengan pola pikir dan kepribadian seseorang. Menurut berbagai penelitian psikologi, ada beberapa ciri kepribadian yang membuat seseorang lebih rentan terjebak dalam masa lalu.
Mereka cenderung menganalisis berlebihan dan mengaitkan harga diri dengan kesalahan di masa lalu. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan mental serta menghambat perkembangan diri.
Jika Anda merasa sulit melepaskan kenangan buruk atau terus-menerus mencari jawaban atas hal yang telah berlalu, mungkin ada pola psikologis yang sedang berperan.
Dilansir dari Hack Spirit, Senin (10/2), berikut adalah tujuh ciri kepribadian yang membuat seseorang sulit melepaskan masa lalu menurut psikologi.
1. Cenderung Menganalisis Semua Hal Secara Berlebihan
Orang yang sulit melupakan masa lalu sering kali terjebak dalam kebiasaan ruminasi—memikirkan kejadian masa lalu secara obsesif, terutama yang bersifat negatif. Mereka terus bertanya-tanya, “Bagaimana jika saya melakukan hal yang berbeda?” atau “Mengapa ini terjadi pada saya?”
Sayangnya, semakin sering seseorang menganalisis masa lalu, semakin besar pengaruhnya terhadap emosi dan pola pikir mereka.
Studi dalam Clinical Psychology Review menunjukkan bahwa ruminasi dapat meningkatkan risiko kecemasan dan depresi. Untuk mengatasi kebiasaan ini, praktik mindfulness dapat membantu seseorang fokus pada saat ini dan melepaskan pikiran yang menghambat.
2. Mengaitkan Harga Diri dengan Kesalahan Masa Lalu
Sebagian orang tidak hanya mengingat kesalahan masa lalu, tetapi juga menjadikannya sebagai cerminan nilai diri. Setiap kegagalan, hubungan yang kandas, atau kesempatan yang terlewat dijadikan bukti bahwa mereka tidak cukup baik.
Psikolog Kristin Neff dalam penelitiannya tentang self-compassion menyebutkan bahwa cara terbaik untuk melepaskan diri dari pola pikir ini adalah dengan berbelas kasih pada diri sendiri.
3. Sulit Menerima Ketidakpastian
Banyak orang beranggapan bahwa memahami masa lalu akan memberi mereka ketenangan. Namun, pencarian jawaban yang tidak kunjung usai justru bisa menjadi perangkap. Orang yang sulit menerima ketidakpastian akan terus menggali kenangan lama, mencari jawaban yang mungkin tidak pernah ada.
Menurut penelitian dalam Journal of Anxiety Disorders, individu yang tidak nyaman dengan ketidakpastian lebih rentan terhadap kecemasan dan stres. Belajar menerima bahwa tidak semua pertanyaan memiliki jawaban dapat membantu seseorang melangkah maju tanpa terus-menerus terjebak dalam penyesalan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
