
Perilaku orang sedang FOMO menurut psikologi
JawaPos.com – FOMO (Fear of Missing Out) adalah fenomena psikologis di mana seseorang merasa takut tertinggal atau kehilangan momen penting atau trend terkini yang dialami orang lain.
Orang yang mengalami FOMO cenderung memiliki dorongan kuat untuk selalu terhubung dengan media sosial dan lingkungan sekitar demi memastikan mereka tidak melewatkan sesuatu yang menarik.
Dilansir dari geediting.com pada Minggu (9/2), diterangkan bahwa terdapat sembilan perilaku yang ditunjukkan orang sedang FOMO menurut psikologi.
1. Jadwal yang terlalu padat
Kebiasaan mengisi jadwal yang terlalu padat merupakan indikator kuat seseorang mengalami FOMO. Hal ini terlihat dari kecenderungan untuk selalu menyetujui setiap undangan pertemuan atau kegiatan sosial, bahkan ketika waktu istirahat sudah sangat terbatas.
Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan tingkat FOMO tinggi sering mengalami peningkatan level stres karena jarang memberikan kesempatan bagi diri mereka untuk beristirahat dan memulihkan energi.
Jadwal yang overbooked bukan hanya soal kesibukan semata, tetapi lebih kepada kekhawatiran bahwa setiap slot kosong bisa berarti kehilangan kesempatan untuk terhubung, belajar, atau bersenang-senang.
2. Scrolling tanpa henti
Media sosial menjadi pemicu utama FOMO karena platform ini menampilkan highlight terbaik dari kehidupan orang lain. Saat kamu berencana hanya mengecek media sosial “semenit saja”, tanpa sadar waktu sudah berlalu berjam-jam karena terjebak melihat foto-foto liburan pantai, renovasi rumah baru, atau reuni keluarga besar.
Riset menemukan bahwa pengguna media sosial berlebihan seringkali melaporkan tingkat kecemburuan dan ketidakpuasan yang lebih tinggi terhadap kehidupan mereka sendiri. Yang perlu diingat adalah konten yang dilihat hanyalah versi kurasi dari keseharian seseorang, bukan realitas lengkapnya.
3. Ragu dengan undangan sosial
FOMO tidak selalu tentang mengatakan “ya” pada setiap kesempatan. Terkadang ia muncul sebagai kecemasan berlebihan saat memutuskan untuk menolak undangan. Ketika mendapat undangan pesta, pikiran akan dipenuhi kekhawatiran selama seminggu penuh tentang keputusan untuk tidak hadir.
Bahkan saat akhirnya memutuskan untuk datang, kekhawatiran tetap muncul - jika datang, ada kekhawatiran membuang waktu, jika tidak datang, ada ketakutan melewatkan pengalaman berharga.
4. Pengecekan berulang
Orang dengan FOMO memiliki kebiasaan mengecek perangkat secara kompulsif - mulai dari pesan teks, email, hingga notifikasi media sosial sepanjang hari. Dorongan untuk “mengecek” apa yang terjadi bisa muncul bahkan di tengah percakapan penting dengan orang lain.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
