Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Februari 2025 | 15.58 WIB

Inilah 3 Tipe Orang yang Lebih Baik Melajang daripada Berpasangan, Menurut Psikologi

Ilustrasi 4 zodiak yang cenderung tetap melajang dan tidak terikat hingga Dewasa./Freepik. - Image

Ilustrasi 4 zodiak yang cenderung tetap melajang dan tidak terikat hingga Dewasa./Freepik.

JawaPos.Com - Setiap orang pastinya memiliki jalan hidup yang berbeda-beda, termasuk dalam hal menjalin hubungan asmara.

Bagi sebagian orang, hubungan asmara mungkin merupakan sumber kebahagiaan, tetapi bagi yang lain, melajang adalah pilihan yang lebih masuk akal dan membawa kedamaian.

Ya, melajang bukanlah sesuatu yang harus dihindari atau dianggap sebagai kegagalan dalam hidup.

Sebaliknya, melajang bisa menjadi pilihan yang memberdayakan, terutama jika Anda menyadari bahwa hubungan romantis tidak sejalan dengan kebutuhan pribadi atau kepribadian.

Bagi beberapa orang, melajang memberikan ruang untuk menikmati waktu sendiri tanpa tekanan untuk memenuhi kebutuhan sosial pasangan.

Melajang mungkin menjadi pilihan tepat bagi individu yang sulit membuka diri, sebab kehidupan tanpa pasangan memungkinkan mereka menjaga privasi tanpa rasa bersalah.

Selain itu, bagi mereka yang kurang kesadaran diri, melajang memberi kesempatan untuk berfokus pada pertumbuhan pribadi sebelum terjun ke dalam hubungan yang mungkin terasa terlalu menantang.

Bahkan, ilmu psikolog juga menekankan bahwa kebahagiaan tidak selalu harus berasal dari hubungan romantis.

Anda bisa menemukan makna hidup melalui persahabatan, keluarga, hobi, atau bahkan pencapaian karier, yang terpenting adalah memahami diri sendiri dan memilih jalan yang membuat Anda merasa paling damai dan bahagia.

Ditegaskan pada laman Your Tango, inilah tiga ciri kepribadian yang menurut para psikolog lebih baik untuk mempertimbangkan melajang daripada memaksakan diri dalam hubungan.

1. Rendahnya Tingkat Ekstroversi

Kepribadian yang cenderung rendah dalam ekstroversi, atau lebih introvert, sering kali lebih fokus pada diri sendiri dan menikmati kesendirian.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Interventions for Addiction menyatakan bahwa ekstroversi mengacu pada kecenderungan seseorang untuk mencari kepuasan dari lingkungan luar, seperti bersosialisasi atau membangun koneksi dengan orang lain.

Sebaliknya, individu yang lebih introvert cenderung mendapatkan kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri tanpa perlu bergantung pada interaksi sosial.

Hal ini bukanlah sebuah kekurangan, melainkan ciri khas yang unik dari mereka yang lebih nyaman dalam keheningan atau rutinitas pribadi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore