
Ilustrasi seseorang yang selalu tidur cukup 8 jam setiap malam. (Freepik)
JawaPos.com - Bagi sebagian orang, tidur nyenyak selama delapan jam setiap malam terasa seperti impian yang sulit diwujudkan. Sudah mencoba berbagai cara, dari minum teh herbal hingga membeli bantal mahal, tetapi tetap saja sulit mencapai tidur yang berkualitas.
Namun, ada orang-orang yang selalu berhasil mendapatkan tidur cukup secara konsisten. Bukan karena mereka memiliki lebih sedikit tanggung jawab atau hidup tanpa stres, melainkan karena mereka memiliki kebiasaan tertentu yang mendukung pola tidur mereka.
Apa saja kebiasaan tersebut? Dilansir dari Geediting pada Sabtu (8/2), berikut delapan kebiasaan yang biasa dilakukan oleh mereka yang rutin tidur cukup setiap malam.
1. Menjadikan Tidur sebagai Prioritas Utama
Banyak orang menganggap tidur sebagai hal yang fleksibel, bisa dikorbankan demi menyelesaikan pekerjaan atau menonton satu episode lagi. Namun, mereka yang selalu tidur cukup melihatnya sebagai kebutuhan utama yang tidak bisa ditawar.
Mereka menetapkan jam tidur dan patuh pada jadwal tersebut, tidak peduli seberapa menggoda untuk tetap terjaga lebih lama. Mereka memahami bahwa tidur yang cukup bukan hanya soal bangun dengan perasaan segar, tetapi juga berdampak pada fokus, suasana hati, dan kesehatan secara keseluruhan.
2. Konsisten dengan Jadwal Tidur
Menjadikan tidur sebagai prioritas adalah satu hal, tetapi memiliki jadwal tidur yang konsisten adalah kunci utama. Orang yang tidur cukup tidak hanya tidur lebih awal ketika mereka merasa lelah, tetapi mereka juga tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan.
Mengubah-ubah jam tidur hanya akan membuat tubuh kesulitan untuk menyesuaikan ritme alami. Dengan jadwal yang tetap, tubuh lebih mudah mengenali kapan harus beristirahat dan kapan harus bangun dengan segar.
3. Mempunyai Rutinitas Malam Hari
Orang yang tidur cukup tidak langsung merebahkan diri di tempat tidur begitu saja. Mereka memiliki rutinitas sebelum tidur yang memberi sinyal pada tubuh bahwa waktunya untuk beristirahat.
Rutinitas ini bisa berupa membaca buku, melakukan peregangan ringan, atau menyesap teh hangat. Yang mereka hindari adalah menatap layar gadget atau mengecek email yang bisa membuat otak tetap aktif dan sulit tertidur.
4. Terpapar Sinar Matahari di Pagi Hari
Paparan sinar matahari di pagi hari membantu mengatur jam biologis tubuh. Orang yang tidur cukup memastikan mereka mendapatkan cahaya alami sejak pagi untuk memberi sinyal kapan tubuh harus terjaga dan kapan harus beristirahat.
Sinar matahari meningkatkan produksi serotonin, yang kemudian akan diubah menjadi melatonin di malam hari, hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Oleh karena itu, mereka memulai hari dengan berjalan di luar atau sekadar menikmati kopi di dekat jendela.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
