
Ilustrasi delapan ciri psikologis orang-orang yang sulit tidur di malam hari.
JawaPos.com - Kita mungkin berpikir bahwa setelah seharian beraktivitas, tidur menjadi hal yang mudah. Kamu tinggal memejamkan mata dan siap untuk tertidur. Namun, yang terjadi sebaliknya, pikiran mulai berpacu dan tidur menjadi hal yang sulit.
Bagi sebagian orang, tertidur semudah berbaring. Namun, bagi yang lain, itu adalah pertarungan setiap malamnya. Pikiran yang tak kunjung tenang, kegelisahan yang mulai muncul, dan waktu yang berlalu begitu saja.
Ternyata kesulitan untuk tertidur bukan hanya karena kebiasaan buruk atau terlalu banyak kafein. Psikologi juga berperan besar. Ciri-ciri kepribadian dan pola mental tertentu dapat membuat seseorang lebih sulit tertidur di malam hari.
Dilansir dari Geediting, inilah delapan ciri psikologis orang-orang yang sulit tidur di malam hari.
1. Pikiran yang terlalu aktif
Saat kepala menyentuh bantal, otak kamu memutuskan inilah saat yang tepat untuk mulai berpikir berlebihan. Kamu akan mulai memutar ulang percakapan dari sebelumnya di hari itu, menganalisis setiap detail kecil, dan tiba-tiba teringat hal memalukan yang kamu lakukan bertahun-tahun yang lalu.
Rasanya seperti pikiranmu memiliki pikirannya sendiri, menolak untuk tenang ketika otak sangat membutuhkannya. Bagi orang yang kesulitan tidur, pikiran yang terlalu aktif seringkali menjadi penyebab terbesarnya.
Entah karena khawatir tentang masa depan atau terobsesi dengan kejadian masa lalu, mematikan dialog batin itu bisa terasa hampir mustahil.
2. Malam hari seperti satu-satunya waktu untuk berpikir
Ada sesuatu tentang ketenangan malam yang membuat pikiranmu menjadi hidup. Pada siang hari, ada banyak sekali gangguan seperti pekerjaan, percakapan, tanggung jawab. Namun, pada malam hari, saat itulah semuanya akhirnya melambat, dan kamu benar-benar dapat memproses pikiran dan emosimu.
Masalahnya, begitu kamu mulai berpikir, itu akan sulit untuk berhenti. Kamu akan mulai merenungkan tujuan, mempertanyakan keputusan masa lalu, bahkan memunculkan ide-ide kreatif secara acak. Otakmu seolah memutuskan bahwa waktu tidur adalah saat yang tepat untuk merenung lebih dalam.
3. Stres dan kecemasan membuat waspada
Bahkan saat kamu kelelahan, stres memiliki cara untuk membuatmu tetap terjaga. Tubuh mungkin meminta istirahat, tetapi otakmu masih dalam mode bertahan hidup, memikirkan berbagai kekhawatiran dan skenario terburuk.
Saat kamu cemas, sistem saraf akan tetap waspada, sehingga tubuh lebih sulit untuk rileks. Faktanya, stres memicu pelepasan kortisol, yaitu hormon yang membuat otak tetap terjaga dan waspada, kebalikan dari apa yang kamu butuhkan untuk tidur.
Jadi, alih-alih tertidur dengan tenang, kamu berbaring tegang, jantung berdebar kencang memikirkan hal-hal yang mungkin tidak penting di pagi hari. Sebelum kamu menyadarinya, malam telah berlalu.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
