Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Februari 2025 | 01.49 WIB

Orang yang Pernah Dikhianati karena Perselingkuhan, Kerap Melakukan 7 Hal Penting Ini Sebelum Memaafkan, Apa Saja?

Ilustrasi orang yang dikhianati.  (freepik.com/tirachardz) - Image

Ilustrasi orang yang dikhianati. (freepik.com/tirachardz)

JawaPos.com - Ketika kita dikhianati oleh perselingkuhan, pasti akan muncul rasa marah, sedih, kecewa, dan emosi negatif lainnya. Bahkan perasaan itu menjadi luka batin yang sulit disembuhkan.

Perselingkuhan akan menimbulkan dampak negatif seperti menurunnya harga diri, kepercayaan, dan trauma untuk menjalin hubungan lagi. Semuanya bisa mengacaukan hubungan yang semulanya penuh cinta dan kepercayaan, sehingga kata maaf pun sulit untuk diterima.

Tapi kembali lagi bahwa memaafkan itu penting untuk dilakukan, ini bukan semata-mata menormalisasi kesalahan tapi membebaskan hati dari kedendaman dan kebencian yang akan merusak kesehatan fisik maupun mental.

Dilansir dari laman Your Tango pada Jumat (07/02), orang yang pernah dikhianati karena perselingkuhan, kerap melakukan 7 hal penting ini sebelum memaafkan :

1. Berkomitmen untuk membangun kembali kepercayaan

Gambaran tentang pasangan selingkuhannya selalu ada di benak mereka. Video tentang kemesraan pasangannya dengan orang lain diputar berulang-ulang, dan ini sulit untuk dilupakan.

Perasaan ini tentunya sangat menghantui pikiran seseorang setelah dikhianati pasangannya, tapi mereka juga menanyakan pada diri sendiri tentang keberlangsungan hubungan tersebut pasca adanya pengkhianatan.

Hasil studi di Journal of Social and Personal Relationships menyatakan bahwa itu semua kembali pada keputusan masing-masing dan harus kembali berkomitmen dari awal.

2. Berkomitmen untuk melakukan pekerjaan

Begitu banyak yang mengatakan bahwa mereka akan memperjuangkan hubungan, tidak akan menyerah, dan tidak akan berhenti sekarang. Untuk membangun kembali kepercayaan dalam suatu hubungan, kedua belah pihak harus bersedia melakukan pekerjaan tersebut.

Keduanya harus bersedia menggali lebih dalam dan berupaya, bekerja sama untuk memulihkan hubungan mereka. Jika satu orang setuju dan yang lain tidak, membangun kembali kepercayaan tidak akan mungkin terjadi, seperti yang disarankan oleh sebuah artikel di Journal of Family Issues.

3. Mengajukan pertanyaan yang perlu dijawab

Banyak orang setelah diketahui berselingkuh, secara aktif ingin membangun kembali kepercayaan dan menjaga hubungan mereka. Sayangnya, banyak yang kesulitan mendapatkan alat untuk mewujudkannya.

Lebih khusus lagi, banyak orang yang tidak ingin membahas HAL yang terjadi dan ingin “membiarkannya berlalu dan melupakannya”. Sayangnya, menyembunyikan apa yang terjadi tidak akan diterima oleh siapa pun yang mengajukan pertanyaan.

Mereka ingin tahu, dan pasangannya yang tidak bersedia membicarakannya tidak hanya akan menghambat kemajuan menuju penyembuhan, malah menyebabkan lebih banyak rasa sakit.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore