Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Februari 2025 | 18.43 WIB

Seseorang yang Berpura-pura Sukses dan Kaya Raya Tanpa Disadari Akan Menunjukkan 10 Perilaku Ini, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang pura-pura kaya. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang pura-pura kaya. (Freepik)

JawaPos.com – Banyak orang ingin terlihat sukses dan kaya raya, tetapi tidak semuanya benar-benar memiliki kondisi finansial yang stabil. Beberapa orang berusaha keras mempertahankan citra kemewahan, meski kenyataannya jauh dari kata mapan. 

Tanpa disadari, mereka menunjukkan pola perilaku tertentu yang bisa menjadi tanda bahwa kesuksesan mereka hanya sebatas tampilan luar.

Dalam kacamata psikologi, perilaku ini sering dikaitkan dengan tekanan sosial dan kebutuhan untuk diterima dalam lingkungan tertentu.

Mereka rela berutang, mengabaikan tabungan, atau bahkan berusaha menutupi kesulitan finansial dengan gaya hidup mewah yang sebenarnya tidak sebanding dengan kemampuan mereka.

Lalu, apa saja tanda-tanda seseorang berpura-pura sukses dan kaya raya padahal kondisi finansialnya tidak stabil? Melansir Geediting, Jumat (7/2), berikut sepuluh perilaku yang sering mereka tunjukkan, menurut psikologi.

1. Lebih Mementingkan Penampilan Luar daripada Kemampuan Finansial

Mereka mengutamakan citra dengan membeli barang mewah seperti pakaian desainer, mobil mahal, atau gadget terbaru. Bukan karena mereka mampu, tetapi demi memberikan kesan sukses kepada orang lain. Gaya hidup mereka lebih berorientasi pada tampilan luar daripada kesejahteraan finansial jangka panjang.

2. Menghindari Pembicaraan tentang Keuangan

Saat berbicara tentang investasi, tabungan, atau pengelolaan keuangan, mereka cenderung menghindari topik tersebut atau memberikan jawaban yang samar. Ini karena mereka tidak memiliki rencana finansial yang kuat dan hanya berfokus pada gaya hidup konsumtif.

3. Terobsesi Mengikuti Tren

Bukan sekadar hobi atau kesenangan, mereka terus mengikuti tren demi mendapatkan pengakuan sosial. Keinginan untuk selalu tampil ‘up to date’ sering kali membuat mereka menghabiskan uang di luar batas kemampuan, tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang.

4. Mengandalkan Paylater untuk Gaya Hidup

Alih-alih hidup sesuai kemampuan, mereka sering menggunakan kartu kredit, paylater, atau utang pinjaman online untuk membiayai gaya hidup mewah. Hal ini menciptakan ilusi kekayaan, tetapi pada akhirnya hanya menumpuk utang yang semakin sulit dilunasi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore