
Ilustrasi sedang berhadapan dengan orang toxic.
JawaPos.com - Orang toxic atau beracun sering kali kita temukan pada kehidupan sehari-hari, baik itu di lingkungan kerja, pertemanan, bahkan keluarga. Kehadiran mereka selalu menguji kesabaran kita.
Mengutip dari laman Klik Dokter pada Rabu (05/02) perilaku orang toxic dapat menyebabkan hidupmu jadi tidak tenang. Perilaku ini ditandai dengan seseorang yang bersikap manipulatif, egois, atau selalu berusaha mengendalikan orang lain.
Berhadapan dengan orang toxic sangatlah menguras tenaga dan mudah terbawa emosi, hingga pada akhirnya menjadi bumerang bagi diri sendiri. Dilansir dari laman Blog Herald pada Rabu (05/02) inilah 5 cara sederhana agar tetap tenang menghadapi orang toxic :
1. Kenali pemicunya
Seperti yang pernah dikatakan Daniel Goleman, seorang ahli kecerdasan emosional, "Jika kamu tidak memperhatikan emosi sendiri, maka akan kesulitan membacanya pada orang lain."
Dengan menangkap momen ketegangan yang sekilas atau gerakan memutar mata batin sebelum meledak menjadi reaksi yang hebat, kamu telah menjinakkan bom waktu emosional.
Terkadang, pemicu tersebut berakar pada pengalaman masa lalu, rasa tidak aman, atau ketakutan kita sendiri. Di lain waktu, pemicu tersebut berasal dari rasa frustrasi, terutama jika kamu telah mengomunikasikan perasaan sebelumnya dan merasa tidak didengarkan.
Apapun sumbernya, mengidentifikasi hal tersebut akan membawa kamu perubahan dalam menanggapi orang toxic dengan lebih tenang.
2. Tetapkan batasan
Menetapkan batasan akan menyelamatkan seseorang dari stres serta mampu mengendalikan kondisi yang kurang menyenangkan. Sehingga kita tidak mudah dipengaruhi oleh orang toxic dalam akal buruk mereka.
Biarkan kamu memerhatikan dan merenungkannya, tapi tetap memakai jalan dan perspektif pribadi untuk melakukannya.
3. Berlatih pernapasan yang penuh kesadaran
Pernapasan yang penuh kesadaran mengalihkan fokus dari kekacauan eksternal ke kondisi internal. Jika seseorang melontarkan hinaan, pernapasan yang lambat dan disengaja ini membantu kamu menyadari: "Oke, jantungku berdebar kencang," atau "Aku merasa bahuku menegang."
Mengamati sensasi-sensasi ini memberikan kamu kesempatan untuk melawannya dengan menghirup dan mengembuskan napas dengan tenang. Ini bukan tentang mengabaikan apa yang terjadi, melainkan tentang mencegah tubuh menekan tombol panik tanda bahaya.
Selain latihan pernapasan, beberapa orang menemukan latihan grounding seperti menyebutkan lima hal yang dapat dilihat atau didengar, atau menggunakan visualisasi cepat seperti membayangkan pantai yang tenang atau hutan yang sunyi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
