
Ilustrasi orang menghindari kontak mata dengan lawan bicaranya. (Pexels)
JawaPos.com - Beberapa orang mungkin tidak dapat melakukan kontak mata di depan umum. Mereka mungkin sengaja menghindarinya atau memang menjadi kebiasaan yang sering dilakukan.
Menghindari kontak mata dapat memberitahu banyak hal tentang kepribadian seseorang. Ini bukan hanya sekedar rasa malu atau introvert, tetapi ada hal lain yang tersembunyi.
Psikologi menemukan bahwa orang yang menghindari kontak mata cenderung memiliki ciri-ciri tertentu.
Dilansir dari Geediting, inilah delapan ciri umum yang ditemukan pada orang-orang yang malu melakukan kontak mata di depan umum.
1. Cenderung lebih introspeksi
Orang yang menghindari kontak mata di depan umum seringkali menghabiskan banyak waktu di dalam kepala mereka sendiri. Mereka adalah pemikir yang mendalam, terus-menerus menganalisis dunia di sekitarnya dan merenungkan pengalaman mereka.
Introspeksi ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, hal itu membuat mereka menjadi individu yang lebih sadar diri dan bijaksana. Di sisi lain, hal itu dapat menyebabkan mereka menarik diri dari interaksi sosial, terutama saat mereka merasa kewalahan.
2. Mungkin mengalami kecemasan sosial
Pertemuan sosial yang besar dengan ruangan yang penuh ramai dengan percakapan, seringkali membuat mereka menghindari kontak mata dan menunduk melihat sepatu. Itu bukan karena mereka tidak ingin terlibat. Kecemasan berada di tengah keramaian membuat mereka merasa terekspos dan rentan.
Kecemasan sosial dapat membuat kontak mata terasa menakutkan. Bagi banyak orang, menatap mata seseorang di depan umum dapat memicu kekhawatiran akan dihakimi atau diawasi. Situasi tersebut akan membuat jantung mereka berdebar kencang.
3. Kepekaan yang tinggi terhadap rangsangan
Beberapa orang menghindari kontak mata karena mereka mengalami dunia dengan lebih intens. Indra mereka dapat menangkap setiap detail kecil yang dapat menarik sekaligus luar biasa.
Bagi individu dengan kepekaan tinggi terhadap rangsangan, melakukan kontak mata dapat terasa seperti informasi yang berlebihan. Perubahan halus dalam ekspresi wajah, intensitas tatapan orang lain, dan bahkan kebisingan sekitar dapat menjadi terlalu banyak untuk diproses sekaligus.
Dalam beberapa penelitian, telah ditunjukkan bahwa kepekaan tersebut terkait dengan tingkat empati dan kreativitas yang lebih tinggi. Hal ini membuat mereka menjadi sangat tanggap dalam berinteraksi, meskipun kontak mata bukanlah keahlian mereka.
4. Menyukai koneksi yang lebih dalam

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
