
Ilustrasi orang yang disukai orang didekatnya. (Freepik)
JawaPos.com – Disukai orang sekitar terkadang menjadi daya tarik tersendiri. Orang seperti ini memiliki sikap atau perilaku yang membuat nyaman orang disekelilingnya.
Namun terkadang sikap tersebut merupakan hal kecil yang tanpa disadari sangat berpengaruh terhadap feedback seseorang terhadap kita. Dimana menurut kita hal tersebut merupakan sikap sepele yang justru sering kita lekatkan atau abaikan.
Dilansir dari laman Baselinemag, berikut 5 kebiasaan kecil yang dapat membuat seseorang merasa nyaman didekatnya.
Kita sering kali meremehkan kekuatan senyuman sederhana. Senyuman yang tulus dapat langsung meruntuhkan penghalang dan membuat orang merasa nyaman.
Senyuman seperti bahasa universal yang mengomunikasikan keterbukaan dan keramahan. Senyum yang tulus tidak bisa dipaksakan. Itu adalah respons alami yang muncul karena perasaan senang atau puas.
Senyuman Anda adalah aksesori terbaik Anda. Gunakan dengan bijak dan lihatlah seberapa cepat orang-orang bersikap ramah kepada Anda.
Mendengarkan secara aktif berarti berfokus sepenuhnya pada pembicara, memahami pesannya, dan menanggapi dengan penuh perhatian.
Pendengar yang aktif menunjukkan minat yang tulus terhadap apa yang mereka katakan. Mendengarkan secara aktif membuat orang lain merasa dihargai dan dipahami, dan hal itu secara instan mengubah keadaan dalam membuat orang lain merasa nyaman di dekat Anda.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang menjaga kontak mata dianggap lebih dapat diandalkan dan cerdas. Namun, keseimbangan tersebut sangatlah penting. Terlalu banyak hal dapat terasa menakutkan, sedangkan terlalu sedikit hal dapat dianggap sebagai sikap tidak peduli atau tidak jujur.
Kuncinya adalah menjaga kontak mata alami selama percakapan, sesekali mengalihkan pandangan untuk menghindari tatapan. Kebiasaan sederhana ini dapat meningkatkan persepsi dan perasaan orang terhadap Anda secara signifikan.
Bahasa tubuh berbicara banyak tentang kita, sering kali tanpa kita sadari. Bahasa tubuh yang terbuka berarti bersikap ramah dan reseptif.
Bahasa tubuh yang terbuka mencakup gerakan seperti tidak menyilangkan lengan, menjaga postur tubuh yang tegak, dan mengarahkan tubuh ke arah orang yang berinteraksi dengan Anda.
Hal ini dapat mengirimkan pesan yang jelas bahwa Anda terlibat dalam percakapan dan terbuka terhadap ide-ide mereka. Ini adalah penyesuaian kecil, namun dapat memberi dampak signifikan terhadap kenyamanan orang lain di sekitar Anda.
Tindakan sering kali lebih bermakna daripada kata-kata. Dengan secara sadar menggunakan bahasa tubuh yang terbuka, Anda secara diam-diam mengomunikasikan keinginan Anda untuk terhubung.
Empati adalah kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Hal ini memungkinkan Anda menempatkan diri pada posisi mereka dan melihat dunia dari sudut pandang mereka.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
