Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2025 | 02.07 WIB

Menurut Psikologi, Orang yang Jarang Update Status di Media Sosial Memiliki 7 Ciri-ciri Ini

Ilustrasi orang-orang yang update status di media sosial (Freepik) - Image

Ilustrasi orang-orang yang update status di media sosial (Freepik)

JawaPos.com – Di era digital yang serba terkoneksi, media sosial telah menjadi wadah bagi banyak orang untuk berbagi momen, opini, hingga keseharian mereka.

Namun, ada juga individu yang jarang atau bahkan hampir tidak pernah update status di media sosial mereka.

Kepribadian orang-orang seperti ini sering kali menarik perhatian karena mereka memilih untuk tetap berada di balik layar, mengamati tanpa banyak berbicara di ruang publik digital.

Apa yang membuat mereka enggan membagikan kehidupan mereka di media sosial? Apakah mereka introvert, lebih menghargai privasi, atau memiliki pandangan berbeda terhadap eksistensi di dunia maya?

Dilansir dari Geediting pada Rabu (5/2), berikut 7 ciri-ciri orang yang jarang update status di media sosial, menurut psikologi.

  1. Menghargai nilai kesendirian

Kita sering menyamakan media sosial dengan bersosialisasi. Namun, tidak selalu demikian.

Mereka yang jarang atau tidak pernah update di media sosial sering kali menghargai kesendiriannya.

Mereka menghargai waktu sendiri, menggunakannya untuk refleksi diri dan pengembangan pribadi.

Ini tidak berarti mereka penyendiri atau antisosial. Bahkan, mereka bisa sangat mudah bergaul jika mereka mau.

Hanya saja mereka lebih menyukai interaksi tatap muka yang bermakna daripada koneksi digital. Mereka menganggap interaksi di dunia nyata lebih memuaskan dan otentik.

Menurut psikologi, sifat ini dapat menunjukkan tingkat kesadaran diri dan kecerdasan emosional yang tinggi.

  1. Lebih fokus pada pengalaman hidup nyata

Pernahkah kalian memiliki teman yang pada saat ada momen menakjubkan (peristiwa matahari di pantai) dan yang lain sibuk merekam atau mengambil foto momen tersebut, tetapi ada satu teman kalian yang hanya melihatnya serta tidak mengambil foto.

Orang-orang seperti dia yang menjaga privasi di media sosial sering kali lebih mengutamakan menjalani dan mengalami momen tersebut daripada mendokumentasikannya untuk dilihat orang lain.

  1. Tingkat kecemasan yang lebih rendah

Mereka yang lebih suka menjaga privasi di media sosial sering melaporkan tingkat kecemasan yang lebih rendah.

Hal ini didukung oleh penelitian, yang telah menunjukkan adanya korelasi antara penggunaan media sosial yang tinggi dengan peningkatan tingkat kecemasan dan depresi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore