
Ilustrasi: Tiga wanita duduk bersama. (Pexels)
JawaPos.com – Menjadi orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain atau dikenal dengan istilah people pleaser sering kali dimulai sejak masa kanak-kanak. Mereka cenderung lebih fokus pada kebutuhan dan keinginan orang lain, mengabaikan diri sendiri demi mendapatkan persetujuan atau perhatian.
Ketika beranjak dewasa, pola pikir dan perilaku ini bisa bertahan, bahkan membentuk karakter dan kebiasaan yang semakin mendalam, memengaruhi bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain di berbagai aspek kehidupan.
Namun, meskipun menjadi people pleaser tampaknya membawa keuntungan dalam bentuk hubungan yang lancar dan disukai banyak orang, dampaknya terhadap kesejahteraan mental dan emosional seseorang bisa cukup besar.
Melansir dari laman Parade, Rabu (5/2), dalam artikel ini akan mengulas 11 sifat yang sering berkembang pada orang yang tumbuh menjadi people pleaser ketika mereka beranjak dewasa. Apa saja itu?
Meskipun konflik tidak menyenangkan, penyelesaian konflik justru bisa memperkuat hubungan. Namun, bagi people pleaser, mereka sering kali menghindari konflik karena takut hal itu bisa merusak hubungan dan tidak disukai.
Bagi orang seperti ini, perbedaan pendapat atau ketidaksetujuan dengan orang lain dianggap sebagai ancaman karena bisa menyebabkan ketegangan dengan teman atau orang di sekitar mereka. Karena itu, mereka cenderung menghindari konflik agar tetap dianggap baik dan diterima oleh orang lain.
Batasan itu sebenarnya penting karena dapat melindungi diri kita dan orang lain. Namun, anak-anak yang terbiasa menjadi people pleaser sering kali kesulitan untuk menetapkan batasan saat dewasa.
Ketika mereka masih kecil, mereka cenderung memprioritaskan kebutuhan orang lain agar bisa mendapatkan persetujuan. Ketika dewasa, kebiasaan ini membuat mereka kesulitan untuk menetapkan dan mempertahankan batasan pribadi karena takut ditolak atau tidak disetujui oleh orang lain.
Kecemasan bisa disebabkan oleh banyak hal, dan salah satunya mungkin berasal dari kebiasaan ingin selalu membuat orang lain bahagia dengan segala cara.
Orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain sering kali merasa harus memikirkan apa yang diinginkan orang lain, memenuhi kebutuhan mereka, dan melakukan apa saja untuk membuat mereka senang.
Hal ini pada akhirnya bisa menimbulkan kecemasan, terutama karena mereka tidak pernah benar-benar tahu apakah orang lain sudah cukup puas.
Menjadi people pleaser bisa baik dalam beberapa situasi, tetapi jika terus-menerus dilakukan untuk memenuhi keinginan orang lain, itu bisa berbahaya.
Orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain sering kali mengabaikan pendapat sendiri dan cenderung tidak mengungkapkan perasaan mereka. Mereka juga sering meminta maaf jika melakukan sesuatu yang berbeda dari harapan orang lain.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
