Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Februari 2025 | 17.33 WIB

Segala Hal Berawal dari Mindset: Inilah 6 Gaya Berpikir yang Membuat Otak Menjadi Lebih Baik Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang berpikir positif. (Pexels) - Image

Ilustrasi orang yang berpikir positif. (Pexels)

JawaPos.com Mindset atau pola pikir merupakan seperangkat keyakinan yang membentuk kita dalam memahami dunia dan diri sendiri. Hal ini dapat memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan berperilaku dalam situasi tertentu.

Mengutip dari laman Verywell Mind pada Senin (3/2), mindset dapat memengaruhi cara orang berperilaku dalam berbagai situasi kehidupan.

Misalnya, saat orang menghadapi situasi yang berbeda, pikiran mereka memicu pola pikir tertentu yang kemudian berdampak langsung pada perilaku dalam situasi tersebut.

Menurut psikolog Stanford, Carol Dweck, keyakinan akan memainkan peran penting dalam menentukan sesuatu yang kita inginkan. Oleh karena itu setiap orang perlu memiliki mindset yang positif.

Dilansir dari laman Your Tango pada Senin (3/2), inilah 6 gaya berpikir yang membuat otak menjadi lebih baik:

1. "Aku tidak terpengaruh oleh semua hasil"

Salah satu sifat paling menarik dalam diri manusia adalah bersikap baik-baik saja terhadap hasil akhir, apapun itu hasilnya. Tapi gaya berpikir yang benar adalah dengan tidak bergantung pada hasil.

Ketika kita bisa tetap tenang saat segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan, hal ini akan mendapatkan rasa hormat karena membawa keselarasan dan mampu meredakan situasi.

Hal ini tidak selalu mudah untuk dilakukan, tapi ketika kita menerapkan pada kebiasaan sehari-hari, stres kita berkurang, menjadi lebih kreatif, serta lebih menghargai diri sendiri.

2. "Orang lain bisa melakukan dan menjadi apa yang mereka ingin lakukan"

Sadarilah bahwa kamu sama sekali tidak berhak untuk mencoba mengubah apapun atau siapapun.

Hal terbaik yang dapat kamu lakukan adalah menerima bahwa orang lain akan melakukan hal-hal yang tidak disetujui dan fokus untuk mengembangkan dirimu sebaik mungkin.

3. "Aku merasa baik-baik saja dengan diri sendiri"

Banyak dari kita menjalani hidup dengan terbebani oleh rasa tidak aman. Kritik terhadap diri sendiri ini muncul dari penilaian orang lain, dan juga dari diri sendiri.

Kita semua memahami pentingnya pernyataan ini dan menganggap ada yang 'salah' dengan diri sendiri. Tapi kritik tidak akan pernah bisa dikaitkan dengan kebenaran. Karena pada dasarnya, kritik atau penilaian didasarkan pada makna yang dibuat-buat oleh manusia.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore