Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Januari 2025 | 21.39 WIB

6 Trik Psikologi agar Pola Makan Sehat Lebih Mudah Tanpa Tersiksa, Penasaran?

Ilustrasi trik psikogi agar pola makan sehat lebih mudah, dengan menipu otak (freepik) - Image

Ilustrasi trik psikogi agar pola makan sehat lebih mudah, dengan menipu otak (freepik)

JawaPos.com - Makan sehat sering kali terasa sulit karena berbagai godaan makanan cepat saji yang lebih praktis dan menggugah selera. Namun, tahukah kamu bahwa ada trik psikologi yang bisa membuat pola makan lebih baik tanpa harus merasa tersiksa, yaitu dengan "menipu" otak kita.

Melansir penuturan Charles Spence, profesor psikolog eksperimental di Universitas Oxford, yang dikutip melalui laman The Guardian, Jumat (31/1), selama penelitiannya ia menemukan bahwa cara seseorang mengonsumsi makanan baik sehat maupun tidak, dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar dan bagaimana otak mencernanya.

Saat kita hendak makan, otak secara tidak sadar menganalisis tampilan, rasa, aroma makanan, hingga cara kita menyantapnya, entah dengan tangan, sendok atau garpu. Bahkan, musik yang diputar di toko atau kafe juga memengaruhi keputusan kita dalam memilih makanan yang sehat atau tidak.

Di lain sisi, Amle M. Gordon, Ph.D., seorang psikolog sosial di Universitas Michigan yang dikutip melalui laman Psychology Today, menjelaskan tanpa sadar manusia kerap tertipu dengan penempatan makanan di setiap toko makanan. Hal ini terlihat, banyak sekali toko makanan yang menempatkan makanan cepat saji dan tinggi gula di barisan terdepan, sedangkan makanan yang sehat seringnya ditempatkan di posisi ujung.

Menurut Amle, hal ini tanpa sadar memengaruhi pola pikir kita bahwa makanan yang disajikan di barisan depan adalah makanan yang baik. Sedangkan makanan yang sulit dijangkau karena posisinya terlalu jauh, merupakan makanan yang tidak baik.

Melihat hal ini, Charles selama penelitiannya menemukan 6 trik psikologi mudah dengan menipu otak agar pola makanmu lebih baik tanpa harus merasa tersiksa saat mulai mengonsumsi makanan sehat.

1. Gunakan Alat Makan yang Lebih Berat atau Makan Tanpa Alat Makan

Pernah dengar kalau makan di piring kecil bisa membuat kita merasa lebih kenyang? Nah, ternyata alat makan yang kita gunakan juga bisa memengaruhi pola makan. Menggunakan sendok atau garpu yang lebih berat membuat makanan terasa lebih berharga, sehingga kita jadi lebih menikmati setiap suapan.

Bahkan, makan langsung dengan tangan bisa meningkatkan kesadaran terhadap makanan yang kita konsumsi. Tanpa alat makan, kita lebih fokus pada tekstur dan rasa makanan, sehingga otak lebih cepat menangkap sinyal kenyang. Chef Andoni Aduriz dari restoran Mugaritz di Spanyol yang dikutip melalui laman The Guardian, bahkan sengaja menghilangkan alat makan di restorannya agar pelanggan lebih sadar dan menikmati makanan dengan lebih baik. Wah ternyata cara orang Indonesia makan menggunakan tangan secara langsung, memang terbukti lebih sehat, yah.

2. Buat Pengalaman Makan Jadi Lebih Menyenangkan

Saat makan, coba perhatikan setiap sensasi yang muncul. Mengunyah lebih pelan, menikmati aroma, dan benar-benar fokus pada makanan bisa membuat kita merasa lebih puas dengan porsi yang lebih sedikit. Semakin kita sadar dengan apa yang kita makan, semakin kita bisa mengontrol jumlah makanan yang masuk.

Selain itu, cara kita menikmati makanan juga berpengaruh pada pola makan. Misalnya, minum kopi langsung dari cangkir yang cantik tanpa tutup akan memberikan pengalaman yang lebih kaya dibandingkan minum dari gelas plastik sekali pakai. Aroma yang lebih terasa membuat kita lebih puas dan tidak tergoda untuk menambah makanan atau minuman lain.

3. Masak dan Makan dengan Mata

Percaya atau tidak, mata kita berperan besar dalam menentukan rasa makanan. Sebuah salad dengan berbagai warna sayuran akan terasa lebih lezat dibandingkan hanya semangkuk bayam hijau. Warna dan tekstur makanan memengaruhi ekspektasi rasa, sehingga makanan sehat pun bisa terasa lebih nikmat.

Bahkan dalam makanan kemasan, tampilan sangat memengaruhi pengalaman makan. Misalnya, saat makan biskuit cokelat, lebih baik dimakan dengan bagian cokelat di atas. Ini karena otak kita lebih menikmati makanan yang tampak lebih menggoda dan kaya rasa.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore