Ilustrasi Jari. (Pexels).
JawaPos.com — Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bentuk dan panjang jari tangan bisa mengungkap banyak hal tentang seseorang. Salah satu temuan menarik adalah hubungan antara panjang jari dengan risiko skizofrenia pada lelaki.
Skizofrenia adalah gangguan mental serius yang mempengaruhi cara berpikir, merasa, dan berperilaku seseorang. Penyakit ini sering muncul di usia dewasa muda dan memiliki banyak faktor penyebab, termasuk genetik dan lingkungan.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa perbedaan panjang jari manis dan telunjuk bisa menjadi indikator awal risiko skizofrenia. Temuan ini tentu menarik perhatian banyak orang karena memberi cara sederhana untuk melihat kemungkinan gangguan mental ini sejak dini.
Lalu, bagaimana sebenarnya hubungan antara jari tangan dan skizofrenia? Apa yang menyebabkan fenomena ini terjadi? Berikut penjelasannya.
Rasio panjang jari telunjuk dan jari manis pada pria dapat menjadi prediktor yang efektif untuk skizofrenia, demikian temuan para ilmuwan.
Melansir ndtv.com, para peneliti Turki menemukan bahwa rasio panjang jari telunjuk dan jari manis dapat menjadi prediktor berbagai gangguan yang berkaitan dengan gangguan keseimbangan hormon pada pria.
Ketika jari telunjuk lebih pendek dari jari manis, hal ini menghasilkan rasio 2D:4D yang kecil, yang menunjukkan paparan testosteron yang tinggi di dalam rahim, kata para peneliti.
Dalam penelitian terhadap 103 pasien pria yang didiagnosis dengan skizofrenia dan 100 orang pria sehat, para peneliti menemukan bahwa rasio 2D:4D dapat menjadi prediktor yang efektif untuk skizofrenia.
Terdapat perbedaan signifikan antara kelompok skizofrenia dan kelompok kontrol dalam hal rasio panjang jari telunjuk dan manis, serta asimetri di kedua tangan.
Penelitian menunjukan pria dengan skizofrenia yang memiliki ukuran jari telunjuk yang lebih panjang dari jari manisnya untuk tangan kanan dan jari manis lebih panjang dari pada jari telunjuk untuk tangan sebelah kirinya.
"Jari-jari tangan yang tidak simetris menunjukkan adanya paparan hormon tertentu yang tidak biasa terhadap otak, oleh karena itu indeks asimetri memiliki kegunaan potensial sebagai tes diagnostik dalam menentukan adanya skizofrenia,” kata Dr Taner Oznur dari Fakultas Kedokteran Militer Gulhane, Departemen Psikiatri, Ankara. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Clinical Anatomy

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
