Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Januari 2025 | 15.22 WIB

Selain Coklat dan Mawar, Ini 7 Tradisi Unik Perayaan Valentine yang Penuh Makna di Berbagai Negara

kado valentine. (pexels)

JawaPos.com - Valentine sering kali identik dengan pemberian coklat dan bunga mawar sebagai simbol cinta. Namun, perayaan Hari Kasih Sayang yang jatuh pada 14 Februari ini ternyata memiliki berbagai tradisi unik di seluruh dunia yang lebih bervariasi dan penuh makna. Setiap negara memiliki cara tersendiri untuk mengekspresikan kasih sayang, mulai dari yang romantis hingga penuh filosofi mendalam.

Melansir penjelasan dalam artikel Newsweek, pada Rabu (29/1), Hari Valentine awalnya merupakan hari perayaan Kristen yang menghormati seorang martir Kristen bernama St. Valentine. Seiring berjalannya waktu, saat ini, Valentine dikenal luas sebagai hari untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang yang kita kagumi, bisa dengan memberikan hadiah, umumnya berupa coklat atau bunga mawar, sebagai tanda cinta.

Meski begitu, menurut penjelasan yang dikutip dari laman history.com, bukan hanya coklat dan mawar yang menjadi tradisi perayaan Hari Valentine. Terdapat tujuh tradisi unik di berbagai negara yang bahkan lebih menarik dan penuh makna, berikut ulasannya.

1. Membungkus Makna Dalam Berbagai Jenis Bunga

Bunga mawar bukan selalu pilihan utama pada perayaan Valentine. Di abad ke-19, buket bunga bisa berisi berbagai jenis bunga yang dipilih untuk menyampaikan pesan tertentu. Elizabeth White Nelson, seorang profesor sejarah di Universitas Nevada, Las Vegas,yang dikutip dalam artikel History.com mengatakan bahwa kamus bunga abad ke-19 mengategorikan dan memberi makna pada setiap bunga. Untuk Valentine, ide nya adalah memberikan buket yang tidak hanya berisi bunga, tetapi juga pesan yang terkandung di dalamnya.

Misalnya seperti, buket bunga akasia kuning yang berarti "cinta yang tersembunyi", jonquils berarti "saya ingin kasih sayang itu kembali" dan bunga salju yang berartikan "harapan" bunga-bunga ini sama dengan mengirim pesan secara diam-diam dan berharap perasaan suka itu bisa dibalas oleh si penerima. Nelson mencatat, bahwa mengirim buket semacam itu di abad ke-19 sangat bergantung pada siapa kita dan bunga apa yang kita bisa akses, mengingat pada musim dingin, hanya sedikit orang yang bisa mendapatkannya. Di akhir abad ke-19, bunga menjadi lebih mudah dijangkau dengan hadirnya toko bunga komersial, yang kemudian mendorong pergeseran ke penggunaan bunga mawar.

2. Memberikan Puzzle Purse

Pada abad ke-18 dan ke-19, menurut History.com puzzle purse menjadi hadiah Valentine yang populer di Inggris dan Amerika Serikat. Sebuah puzzle purse terdiri dari selembar kertas yang dilipat dengan rumit, dan setiap sudutnya berisi bagian pesan atau bait puisi. Sebagai sebuah puzzle, lipatan-lipatan itu diberi nomor agar penerima tahu urutan untuk membukanya.

Setiap bagian yang terbuka akan mengungkapkan bagian dari tulisan yang tersembunyi, dan kadang-kadang ada hadiah kecil yang menunggu di tengahnya. Puzzle purse ini bukan hanya sekadar hadiah biasa, melainkan juga cara kreatif untuk menyampaikan pesan penuh arti. Tradisi ini sangat dihargai karena cara penyajiannya yang unik dan penuh kejutan, yang membuat penerima semakin terkesan dengan si pengirim.

3. Merayakan Black Love Day pada 13 Februari

Masih bersumber dari artikel yang sama, History.com di Amerika Serikat, ada hari perayaan yang sangat penting bagi komunitas Afrika-Amerika, yaitu Black Love Day, yang dirayakan setiap 13 Februari. Hari ini dimulai pada 1993, terinspirasi oleh film biografi Malcolm X, dengan tujuan untuk meningkatkan perdamaian dan menghentikan kekerasan dalam komunitas. Nilai-nilai yang diusung dalam Black Love Day mengutamakan cinta untuk pencipta, diri sendiri, keluarga, dan komunitas Afrika-Amerika.

Black Love Day dirayakan sehari lebih awal dari Valentine, pada 13 Februari, karena dianggap sebagai cara untuk merayakan cinta yang lebih universal, bukan hanya yang romantis. Ayo Handy-Kendi, pendiri Black Love Day, menyatakan bahwa perayaan ini penting bagi komunitas yang sering kali terpinggirkan, dan menjadi momen untuk mengingatkan pentingnya mencintai sesama dengan penuh kasih sayang dan hormat.

4. Merayakan Persahabatan

Valentine bukan hanya tentang pasangan kekasih, di beberapa negara Latin Amerika, tanggal 14 Februari juga diperingati sebagai hari persahabatan. Di negara-negara seperti Ekuador, El Salvador, dan Meksiko, Valentine dikenal dengan nama El Día del Amor y Amistad, yang mengutamakan penghargaan terhadap hubungan persahabatan. Di El Salvador, ada tradisi Amigo Secreto, di mana teman-teman saling memberikan hadiah dengan cara yang menyenangkan dan penuh kejutan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore