Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Januari 2025 | 04.23 WIB

Orang yang Sering Merasa Diabaikan dalam Lingkungan Sosial Biasanya Menunjukkan 9 Perilaku ini

Ilustrasi tanda yang menunjukkan persahabatanmu hanya bertepuk sebelah tangan. (Pexels/Andrea Piacquadio) - Image

Ilustrasi tanda yang menunjukkan persahabatanmu hanya bertepuk sebelah tangan. (Pexels/Andrea Piacquadio)

JawaPos.com - Kita semua mungkin pernah merasakan momen canggung dan menyedihkan ketika tidak ada seorang pun yang benar-benar melihat atau mendengar saat berbicara. Rasanya menyebalkan sekali.

Namun, bagi sebagian orang, ini bukanlah sekedar kejadian sesekali, tetapi ini kenyataan yang sering mereka rasakan. Faktanya, jika seseorang seringkali merasa diabaikan, itu dapat terlihat dengan jelas.

Dalam cara mereka bertindak, bereaksi, atau bahkan dalam cara mereka membawa diri. Ini bukan untuk mencari perhatian, tetapi hal yang manusiawi dan ini bukan untuk menyalahkan atau menghakimi, ini tentang mengenali perilaku-perilaku ini.

Dilansir dari Small Business Bonfire, terdapat sembilan perilaku yang cenderung ditunjukkan orang-orang yang sering merasa diabaikan.

1. Menghindari kontak mata

Kontak mata merupakan bagian penting dari komunikasi manusia. Namun, ketika seseorang sering merasa diabaikan dalam situasi sosial, mereka mungkin secara naluriah menghindari kontak mata.

Ini adalah tindakan perlindungan, cara untuk melindungi diri dari anggapan orang lain yang acuh tak acuh. Perilaku ini cukup umum, namun tanpa sengaja, hal ini melanggengkan ketidaktampakan mereka.

Dengan menghindari kontak mata, mereka mengurangi peluang untuk berinteraksi dengan orang lain dan diperhatikan. Mereka merasa diabaikan, jadi mereka bertindak dengan cara yang membuat mereka lebih mungkin diabaikan.

2. Tetap diam dalam percakapan kelompok

Orang-orang yang sering merasa diabaikan biasanya memiliki kecenderungan untuk tetap diam selama percakapan kelompok. Mereka mendengarkan dengan saksama tetapi jarang ikut bicara. Ini bukan karena mereka pemalu atau tertutup.

Alasannya karena setiap kali mereka mencoba berbicara, mereka merasa masukannya diabaikan atau diabaikan. Jadi, mereka memutuskan lebih mudah untuk tetap diam.

Perasaan diabaikan dapat memaksa orang untuk membungkam diri dalam situasi sosial, yang semakin memperdalam perasaan tidak diperhatikan.

3. Penggunaan ponsel yang berlebihan

Penelitian menunjukkan bahwa orang seringkali menggunakan ponsel sebagai mekanisme penanganan ketika mereka merasa dikucilkan secara sosial. Ini adalah bentuk pelarian, cara untuk mengalihkan perhatian dan menutupi ketidaknyamanan karena diabaikan.

Ponsel mereka menjadi jaring pengaman, perisai terhadap persepsi ketidakpedulian orang di sekitar mereka. Dengan membenamkan diri dalam dunia digital, mereka dapat melupakan sejenak perasaan mereka yang diabaikan di dunia fisik.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore