
Ilustrasi hubungan pernikahan yang rusak. (Freepik)
JawaPos.com – Pernikahan adalah hal yang rumit karena melibatkan dua orang dari latar belakang berbeda untuk hidup bersama dalam waktu yang lama.
Sehingga tidak mustahil jika muncul banyak tantangan yang perlahan-lahan dapat merusak pondasi hubungan.
Ada beberapa hal yang disebut sebagai silent killer dalam pernikahan, karena secara diam-diam membuat hubungan hancur, bahkan bisa mengarah apda perceraian.
Dilansir dari familytoday, Berikut adalah 7 silent killer dalam pernikahan yang patut diwaspadai karena terbukti dapat menimbulkan dampak negatif yang amat besar.
Silent Socializing atau bersosialisasi dengan orang lain secara diam-diam adalah sumber dari setidaknya sepertiga kasus perceraian.
Sosialisasi yang dimaksud adalah terhubung kembali dengan mantan kekasih atau dengan orang lain dengan intens secara diam-diam dari pasangan.
Keintiman yang biasanya terjadi pada malam hari dan mulai hilang dalam sebuah pernikahan akan menjadi pembunuh yang bergerak perlahan.
Meski tidak melulu tentang hubungan seks, keintiman dapat berupa menghabiskan waktu berdua tanpa gangguan siapapun dan apapun yang dapat berupa sentuhan fisik atau quality time.
Menghabiskan terlalu banyak bermain ponsel dan menggulir timeline media sosial juga lama-kelamaan akan menghilangkan kemesraan dalam hubungan pernikahan.
Bahkan tidak sedikit pasangan yang tetap bermain ponsel ketika pasangannya sedang berbicara padanya, atau ketika sedang makan.
Setelah menikah, bukan berarti suami dan istri harus berhenti berkencan seperti pasangan yang masih berpacaran. Justru kurangnya waktu berkualitas yang dihabiskan untuk berkencan seperti dulu akan memunculkan kebosanan yang perlahan-lahan membunuh perasaan.
Keuangan adalah salah satu hal krusial dalam pernikahan yang sanggup mengantarkannya pada perceraian. Pengelolaan keuangan dalam keluarga yang terbuka harus diterapkan agar tidak ada silent spending yang menimbulkan masalah.
Beban pekerjaan rumah tidaklah ringan dan mudah, sehingga harus dibagi secara merata sesuai dengan kesibukan masing-masing.
44 persen perceraian dikatakan terjadi karena kurangnya kesetaraan dalam hubungan, termasuk dalam menangani bagian mereka dalam pekerjaan rumah.
Keheningan atau tidak adanya percakapan antara kedua orang dalam pernikahan dapat menyebabkan hubungan tersebut mati.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
