
Ilustrasi orang yang merasa damai (jcomp/freepik.com)
JawaPos.com - Tinjauan penelitian mengenai perdamaian yang dilakukan pada tahun 2021 lebih menekankan terhadap pengembangan landasan psikologis dalam pendidikan perdamaian.
Penelitian ini menghasilkan lima faktor krusial yang harus diperhatikan oleh para pendidik saat merancang program pendidikan perdamaian.
Kelima faktor tersebut meliputi kompetensi, disposisi dalam mengatur diri, konstruksi dan disposisi persepsi, motif serta nilai-nilai yang dianut, dan juga ekspektasi terhadap hasil yang hendak dicapai.
Dirangkum dari pollackpeacebuilding.com, berikut beberapa kunci menjadi orang tenang yang bisa dipraktikan dengan mudah.
1. Kemampuan problem solving
Konflik menjadi bagian dari dinamika sosial yang sering membawa tantangan yang kompleks. Guna menghadapinya, dibutuhkan kemampuan problem solving secara kreatif dan sistematis. Penelitian menyatakan bahwa keterampilan pemecahan masalah penting, tidak hanya untuk menyelesaikan konflik, tetapi juga untuk mencegah konflik baru.
Studi oleh Frauenknecht dan Black menjelaskan bahwa pelatihan pemecahan masalah pada anak-anak usia dini bisa memperbaiki hubungan dan mencegah konflik. Penelitian Nelson dkk pada mahasiswa juga menunjukkan bahwa pelatihan serupa membantu merumuskan solusi damai dalam konflik internasional. Temuan ini menekankan pentingnya keterampilan pemecahan masalah untuk perdamaian.
2. Kesadaran penuh
Kesadaran penuh merupakan kunci guna menjadi pribadi yang damai sebab berperan penting dalam menciptakan kedamaian pada diri sendiri dan hubungan dengan orang lain. Ini melibatkan fokus pada momen sekarang dan mendekati pengalaman dengan sikap terbuka, rasa ingin tahu, dan penerimaan.
Penelitian menjelaskan bahwa praktik kesadaran membantu mengelola konflik, meningkatkan pemahaman emosional, empati, dan kemampuan melihat perspektif orang lain. Program kesadaran di sekolah dasar juga terbukti mengurangi depresi dan agresivitas, serta membawa manfaat positif lainnya.
3. Pengaturan pengaruh dan pengendalian diri
Pengaturan afek, atau kemampuan mengelola emosi, sangat penting dalam menghadapi konflik. Saat emosi tidak terkendali, kita cenderung merespons dengan cara impulsif dan irasional yang justru memperburuk situasi. Dengan kemampuan mengenali dan mengelola emosi, maka kita bisa merespons konflik secara lebih tenang dan konstruktif, serta mencari solusi yang menguntungkan semua pihak.
Penelitian oleh Lopes, Salovey, dan Straus memperlihatkan bahwa orang dengan kecerdasan emosional tinggi, termasuk pengaturan afek yang baik, cenderung memiliki hubungan interpersonal yang lebih positif dan lebih sedikit terlibat dalam konflik. Temuan ini menekankan pentingnya pengaturan afek membangun hubungan harmonis dan menyelesaikan konflik secara damai.
4. Identifikasi dengan kemanusiaan
Tidak mengherankan jika pengambilan perspektif menjadi salah satu kunci demi menciptakan kedamaian. Kemampuan ini sangat penting dalam konteks konflik sebab memungkinkan komunikasi yang lebih konstruktif, sehingga mendukung manajemen konflik yang lebih efektif.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
