
Orang introvert yang mengalami masalah kesehatan mental/Freepik
JawaPos.com - Penyakit mental merupakan masalah kesehatan yang memengaruhi pikiran, suasana hati, dan perilaku, serta cara seseorang memandang dunia sekitar. Penyakit ini bisa menimbulkan tekanan, memengaruhi cara seseorang bekerja, berinteraksi pada hubungan, dan mengelola tugas sehari-hari.
Gangguan mental bisa bersifat sementara, berlangsung beberapa minggu, atau bisa juga seumur hidup, dengan dampak yang lebih serius. Mengutip healthdirect.gov.au, berikut beberapa penyebab seseorang mengalami gangguan kesehatan mental, salah satunya lingkungan kehidupan sebelumnya.
1. Lingkungan kehidupan sebelumnya
Pengalaman negatif selama masa kecil dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan mental seseorang. Pengalaman-pengalaman tersebut, seperti kekerasan fisik atau emosional, penelantaran, atau bahkan pengabaian kebutuhan dasar, mampu membentuk cara seseorang memandang dirinya sendiri dan dunia di sekitarnya.
Ketika seorang anak mengalami trauma semacam itu, hal ini bisa memengaruhi perkembangan emosional dan psikologis mereka, sehingga meningkatkan risiko mereka untuk mengembangkan berbagai gangguan kesehatan mental di masa depan.
Dampak dari pengalaman buruk ini bisa berlangsung sampai dewasa, mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan orang lain, serta cara mereka mengelola stres dan tantangan dalam hidup. Oleh sebab itu, kamu harus memahami bahwa masa kecil yang penuh trauma atau pengabaian berperan besar dalam kondisi mental seseorang di kemudian hari.
2. Penyalahgunaan obat-obat terlarang dan alkohol
Penggunaan obat-obatan terlarang dapat memicu timbulnya episode manik dan biasanya terkait dengan gangguan bipolar, atau bahkan memicu episode psikosis pada seseorang. Obat-obatan seperti kokain, mariyuana, dan amfetamin, misalnya bisa mengubah kondisi mental seseorang secara drastis, memicu perasaan paranoia, dan memperburuk gejala-gejala psikologis yang ada.
Pengaruh zat-zat ini pada otak mampu mengganggu keseimbangan kimiawi dalam tubuh, sehingga memperburuk kondisi mental dan mampu memicu gangguan yang lebih serius. Maka dari itu, penting dalam memahami bahwa penyalahgunaan zat-zat terlarang tidak hanya berdampak fisik, namun juga bisa memicu masalah kesehatan mental yang lebih kompleks.
3. Faktor biologis lainnya
Beberapa kondisi medis atau perubahan hormonal dapat memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental seseorang. Misalnya, penyakit kronis, gangguan metabolisme, atau masalah tiroid bisa memengaruhi keseimbangan kimiawi pada tubuh dan memicu gejala-gejala mental, seperti kecemasan, depresi, atau gangguan suasana hati.
Perubahan hormonal yang terjadi selama masa pubertas, kehamilan, atau menopause juga berpengaruh pada kesejahteraan emosional seseorang, mengakibatkan fluktuasi mood atau stres yang berlebihan. Kondisi-kondisi medis ini sering kali saling terkait dengan faktor fisik dan psikologis, sehingga butuh perhatian medis yang holistik untuk mengelola kedua aspek kesehatan tersebut.
4. Faktor genetik

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
