Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Januari 2025 | 21.18 WIB

Kisah di Balik 12 Shio, Legenda Perlombaan dan Sejarah dari Sistem Siklus Tahunan dan Ramalan di Tiongkok

Ilustrasi Shio Kerbau (freepik) - Image

Ilustrasi Shio Kerbau (freepik)

JawaPos.com - Shio sudah bukan menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi yang akrab dengan penanggalan dan ramalan dari Tiongkok ini.

Shio merupakan sistem klasifikasi tahunan yang unik dengan menggunakan 12 hewan sebagai simbol untuk menandai waktu setiap tahun dalam siklus 12 tahunan. 

Tentunya, berbeda dengan zodiak yang didasarkan pada bulan dan rasi bintang, shio sendiri didasarkan pada tahun kelahiran.

Melansir dari Britannica, sistem penanggalan shio ini telah ada sejak periode 475 - 221 SM, yang telah mapan pada paruh terakhir Dinasti Han di Tiongkok  pada 206 SM - 220 M.

Secara bahasa, sistem zodiak ini disebut sebagai Sheng Xiao, Sheng berarti tahun kelahiran dan Xiao berarti kemiripan. 

Atau bisa disebut juga sebagai Shu Xiang yang berakar pada kata Shu yang berarti 12 cabang bumi dan Xiang yang berarti simbol hewan.

Legenda Perlombaan Hewan dalam Shio

Namun, tahukah Anda bahwa di balik 12 hewan yang menjadi simbol shio, terdapat sebuah legenda populer yang sering diceritakan sebagai asal-usul shio.

Mengutip dari Chinese Highlights, legenda tersebut mengisahkan tentang perlombaan yang diadakan oleh Kaisar Giok, dewa tertinggi dalam Taoisme. Legendanya, Kaisar Giok ingin memilih 12 hewan untuk menjadi pengawalnya.

Semua makhluk di bumi diundang untuk berpartisipasi dalam perlombaan tersebut. Semakin awal seekor hewan melewati Gerbang Surga, semakin tinggi pula peringkat yang akan didapatkan.

Rute perlombaan mencakup penyeberangan sungai yang menjadi tantangan tersendiri bagi para hewan yang mengikuti perlombaan.

Urutan pemenang lomba tersebutlah yang menjadi urutan penanggalan tahun dalam shio pula. Untuk itu, mari mengetahui urutan kisah dari shio berikut ini:

  1. Tikus: Tikus dan kerbau sama-sama berangkat pagi. Di tengah perjalanan, Tikus melompat ke punggung Kerbau untuk menyeberangi sungai.
    Dengan cerdik, tepat di depan Gerbang Surga, Tikus melompat turun dari punggung Kerbau dan berlari sekencang-kencangnya, dan berhasil menjadi hewan pertama yang mencapai garis akhir. 

  • Kerbau: Kerbau yang baik hati dan pekerja keras harus puas di posisi kedua, karena disalip Tikus tepat di garis akhir.

  • Macan: Macan yang kuat dan gagah berhasil menempati urutan ketiga.

  • Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore