
Ilustrasi Shio Kerbau (freepik)
JawaPos.com - Shio sudah bukan menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi yang akrab dengan penanggalan dan ramalan dari Tiongkok ini.
Shio merupakan sistem klasifikasi tahunan yang unik dengan menggunakan 12 hewan sebagai simbol untuk menandai waktu setiap tahun dalam siklus 12 tahunan.
Tentunya, berbeda dengan zodiak yang didasarkan pada bulan dan rasi bintang, shio sendiri didasarkan pada tahun kelahiran.
Melansir dari Britannica, sistem penanggalan shio ini telah ada sejak periode 475 - 221 SM, yang telah mapan pada paruh terakhir Dinasti Han di Tiongkok pada 206 SM - 220 M.
Secara bahasa, sistem zodiak ini disebut sebagai Sheng Xiao, Sheng berarti tahun kelahiran dan Xiao berarti kemiripan.
Atau bisa disebut juga sebagai Shu Xiang yang berakar pada kata Shu yang berarti 12 cabang bumi dan Xiang yang berarti simbol hewan.
Legenda Perlombaan Hewan dalam Shio
Namun, tahukah Anda bahwa di balik 12 hewan yang menjadi simbol shio, terdapat sebuah legenda populer yang sering diceritakan sebagai asal-usul shio.
Mengutip dari Chinese Highlights, legenda tersebut mengisahkan tentang perlombaan yang diadakan oleh Kaisar Giok, dewa tertinggi dalam Taoisme. Legendanya, Kaisar Giok ingin memilih 12 hewan untuk menjadi pengawalnya.
Semua makhluk di bumi diundang untuk berpartisipasi dalam perlombaan tersebut. Semakin awal seekor hewan melewati Gerbang Surga, semakin tinggi pula peringkat yang akan didapatkan.
Rute perlombaan mencakup penyeberangan sungai yang menjadi tantangan tersendiri bagi para hewan yang mengikuti perlombaan.
Urutan pemenang lomba tersebutlah yang menjadi urutan penanggalan tahun dalam shio pula. Untuk itu, mari mengetahui urutan kisah dari shio berikut ini:
Tikus: Tikus dan kerbau sama-sama berangkat pagi. Di tengah perjalanan, Tikus melompat ke punggung Kerbau untuk menyeberangi sungai.
Dengan cerdik, tepat di depan Gerbang Surga, Tikus melompat turun dari punggung Kerbau dan berlari sekencang-kencangnya, dan berhasil menjadi hewan pertama yang mencapai garis akhir.
Kerbau: Kerbau yang baik hati dan pekerja keras harus puas di posisi kedua, karena disalip Tikus tepat di garis akhir.
Macan: Macan yang kuat dan gagah berhasil menempati urutan ketiga.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
