
Ilustrasi anak yang sedang murung. (freepik/rawpixel.com)
JawaPos.com - Perselingkuhan merupadarikan suatu masalah besar dalam suatu hubungan rumah tangga. Tidak sedikit anak anak yang terlibat dalam permasalahan rumah tangga orang tuanya, terutama yang terkait dengan perselingkuhan. Perkiraan jumlahnya adalah sebanyak 25-70 persen kasus. Bagi orangtua yang pandai menyembunyikan masalah mereka, hal tersebut tidak akan berdampak apapun pada anak, sampai kasus mereka terkuak, dan perceraian pun terjadi,
Dampak perselingkuhan bagi psikologis anak termasuk syok, kemarahan, kegelisahan, dan rasa malu terhadap lingkungan, seperti rumah atau sekolah. Anak bisa merasa tidak lengkap karena orangtua berpisah. Mereka mungkin kesulitan membangun kepercayaan dan cinta di masa depan serta sulit percaya pada orang lain.
Mengetahui perselingkuhan dapat memberikan beban mental dan rasa bersalah, yang dapat menyebabkan depresi dan kecemasan. Anak bisa menyepelekan pernikahan dan tidak memahami arti mencintai serta kesetiaan.
Selingkuh bisa berdampak buruk bagi orang-orang di sekitar, terutama anak-anak, yang dapat merasa stres dan kehilangan rasa aman. Penting untuk tidak mengabaikan dampak ini pada anak.
Dilansir dari laman Alodokter.com, berikut adalah dampak yang mungkin terjadi pada anak saat mengetahui orang tuanya selingkuh antara lain:
1. Merasa marah, bingung, kecewa
Anak remaja yang menyadari perselingkuhan merasa marah, bingung, dan kecewa karena merasa ditinggalkan dan dikhianati oleh orang yang dicintainya. Ketika orang tua menceritakan keburukan pasangan yang berselingkuh, anak bisa menyerap emosi negatif dan mulai tidak percaya kepada orang tua yang berselingkuh.
2. Menarik diri dari lingkungan
Perselingkuhan membuat anak merasa malu, cemas, dan tidak berharga, sehingga mereka bisa menarik diri dari lingkungan sosialnya. Anak yang dulunya ceria jadi enggan bergaul karena merasa perselingkuhan orang tuanya adalah aib.
3. Sulit percaya kepada orang tua yang berselingkuh
Anak yang tahu orang tua berselingkuh sulit untuk mempercayai orang tua dan mungkin tidak lagi merasa nyaman berbagi perasaan mereka seperti sebelumnya.
4. Merasa cemas akan perpisahan
Perselingkuhan dapat menyebabkan kecemasan pada anak, baik remaja maupun yang lebih kecil, tentang kemungkinan perpisahan, yang bisa muncul dalam bentuk tangisan atau sikap lebih manja.
5. Merasa kesulitan di sekolah
Perselingkuhan menyebabkan anak stres dan mengganggu konsentrasinya di sekolah, mengakibatkan penurunan prestasi.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
