Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Januari 2025 | 16.23 WIB

Orang yang Terlalu Banyak Dipuji saat Masih Kecil Biasanya akan Menunjukkan 8 Sifat ini saat Dewasa Menurut Psikologi

Ilustrasi delapan sifat yang ditunjukkan oleh orang-orang yang terlalu banyak dipuji saat kecil. (Pexels/Gustavo Fring) - Image

Ilustrasi delapan sifat yang ditunjukkan oleh orang-orang yang terlalu banyak dipuji saat kecil. (Pexels/Gustavo Fring)

JawaPos.com - Orang-orang yang terus menerus dihujani pujian saat kecil, kemungkinan besar akan tumbuh dengan cara tertentu. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan psikolog. Namun, hal itu tidak selalu mudah.

Pengalaman masa kecil membentuk perilaku dan kepribadian kita dalam berbagai cara yang rumit. Namun, mereka yang sering dipuji semasa kecil seringkali memiliki sifat-sifat tertentu saat dewasa.

Dilansir dari Hack Spirit, terdapat delapan sifat yang ditunjukkan oleh orang-orang yang terlalu banyak dipuji saat kecil.

1. Mencari validasi yang konstan

Orang-orang yang terlalu banyak dipuji di masa kecil mereka seringkali tumbuh dengan keinginan untuk diakui. Mereka sudah terbiasa dipuji sehingga mereka mulai menginginkannya saat dewasa.

Kebutuhan konstan untuk mendapatkan persetujuan ini bisa sangat membebani, hampir seperti dahaga yang tak terpuaskan yang tidak pernah terpuaskan. Mereka selalu mencari kepastian dari orang lain, membutuhkan tepukan di punggung agar merasa berharga.

Tapi tunggu dulu, masih ada lagi. Sifat ini sebenarnya dapat mendorong mereka untuk melampaui batas dan meraih hal-hal hebat. Meskipun ada kekurangannya, kebutuhan akan pujian yang terus menerus ini bisa menjadi tiket mereka menuju kesuksesan

2. Berjuang dengan kritik

Saat tumbuh dewasa, orang tuanya selalu memuji, apa pun yang terjadi. Mereka pikir pujian itu meningkatkan harga dirinya, dan dalam banyak hal, mereka berhasil. Namun, ada sisi buruknya.

Ketika mereka melangkah ke dunia nyata, kritikan menghantamnya bagai berton-ton batu bata. Mereka tidak dapat dan sulit menerimanya. Namun seiring berjalannya waktu, mereka mungkin akan menerima bahwa tidak semua orang akan selalu memuji tindakan atau idenya.

Itu pelajaran yang sulit untuk dipelajari, tetapi itu membuat mereka lebih kuat dan lebih tangguh. Ini adalah sifat yang umum, dan sifat yang dapat diatasi dengan waktu dan usaha.

3. Cenderung perfeksionis

Mereka terus menerus diberitahu bahwa mereka adalah yang terbaik, jadi mereka mulai percaya bahwa mereka harus sempurna dalam segala hal yang mereka lakukan. Hal ini dapat mengakibatkan tekanan yang berlebihan untuk tidak hanya meraih keberhasilan, tetapi juga untuk unggul.

Ironisnya, dorongan untuk mencapai kesempurnaan kadang kala dapat berujung pada penundaan. Ketakutan tidak mampu memperoleh hasil sempurna dapat menyebabkan mereka menunda tugas tanpa batas waktu, suatu perilaku yang sering disebut sebagai 'kelumpuhan perfeksionis'.

4. Takut gagal

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore