
Ilustrasi tujuh perilaku dari orang-orang yang membaca pesan teks tetapi membutuhkan waktu lama untuk membalasnya.
JawaPos.com - Beberapa orang mungkin pernah mengalami mengirim pesan kepada seseorang dan melihat bahwa mereka telah membaca pesan, tetapi butuh waktu lama untuk membalasnya. Ini adalah perilaku umum yang dapat membuat siapa saja bingung dan terkadang frustasi.
Kebiasaan menanggapi pesan teks dengan lambat mungkin hanya sekedar kebiasaan biasa. Namun, psikologi menunjukkan bahwa kebiasaan ini bisa menjadi indikasi perilaku tertentu.
Dunia perpesanan memiliki aturan dan etiket tak tertulisnya sendiri. Memerlukan waktu lama hingga berjam-jam untuk merespon bukanlah pilihan pribadi. Ini mungkin terkait dengan pola perilaku yang sering ditunjukkan oleh orang-orang tersebut.
Dilansir dari Geediting, inilah tujuh perilaku dari orang-orang yang membaca pesan teks tetapi membutuhkan waktu lama untuk membalasnya.
1. Penundaan
Penundaan tidak hanya terjadi pada tugas-tugas seperti membersihkan rumah atau menyelesaikan proyek. Penundaan juga terjadi pada semua aspek kehidupan, termasuk menanggapi pesan teks.
Perilaku ini tidak selalu merupakan pilihan pribadi. Penundaan bisa jadi merupakan gejala dari masalah yang mendasarinya seperti kecemasan atau perfeksionisme.
Orang-orang ini seringkali ingin memberikan tanggapan yang sempurna, dan mereka menundanya hingga mereka punya waktu atau kata-kata yang tepat. Namun, mereka seringkali lupa karena ada hal lain yang menarik perhatiannya.
2. Perhatian
Meskipun respons yang tertunda mungkin awalnya tampak menyebalkan, hal itu tidak selalu merupakan sifat negatif. Dalam beberapa kasus, hal itu sebenarnya dapat menunjukkan perhatian dan pertimbangan seseorang.
Orang yang meluangkan waktu untuk membalas pesan teks mungkin melakukannya karena mereka meluangkan waktu untuk mempertimbangkan tanggapannya dengan saksama. Mereka ingin memastikan bahwa mereka akan memberikan tanggapan sebaik mungkin.
Alih-alih bereaksi secara impulsif, mereka membaca pesan, memprosesnya, dan memikirkan apa yang ingin mereka katakan sebagai balasannya. Mereka mungkin mempertimbangkan perasaan pengirim, implikasi dari kata-kata mereka, atau bahkan cara yang tepat untuk mengungkapkan tanggapan mereka.
3. Kewalahan
Otak manusia hanya dapat memproses sejumlah informasi tertentu dalam satu waktu. Ketika dihadapkan dengan teks yang menantang atau emosional, hal itu dapat menyebabkan kelebihan beban kognitif. Hal ini dapat menyebabkan mereka menunda untuk merespons hingga merasa lebih mampu menangani situasi tersebut.
Orang-orang ini mungkin butuh waktu untuk memproses informasi, mengumpulkan pikiran, dan memutuskan tindakan terbaik. Bukan berarti mereka mengabaikan orang lain, tetapi mereka menangani informasi tersebut dengan cara dan kecepatan mereka sendiri.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
