
Ilustrasi seseorang yang sering berbohong. (Freepik)
JawaPos.com – Menghadapi seseorang yang kerap berbohong bisa menjadi pengalaman yang membingungkan dan melelahkan.
Orang-orang seperti ini sering menunjukkan pola perilaku yang mengganggu, yang menurut psikologi, kerap ditemukan pada mereka yang sering berbohong.
Bagi sebagian orang, berbohong bukan sekadar tindakan sesaat, melainkan sebuah kebiasaan yang telah mendarah daging. Hidup di sekitar orang seperti ini sering kali memunculkan tantangan unik yang sulit dihindari.
Namun, dengan memahami kebiasaan mereka lebih baik, kamu bisa menghadapi situasi ini dengan lebih bijak.
Dilansir dari Geediting pada Senin (20/1), berikut adalah 8 sifat mengganggu yang biasanya dimiliki oleh orang yang sering berbohong, menurut studi psikologi.
Orang yang sering berbohong biasanya pandai menghindari pertanyaan langsung. Ketika ditanya sesuatu yang sederhana, mereka cenderung mengalihkan topik atau merespons dengan pertanyaan lain.
Misalnya, saat ditanya soal barang yang hilang, mereka mungkin menjawab, “Kamu lihat burung di luar tadi?” Cara ini membuat suasana menjadi tidak jelas, seolah-olah kamu yang salah memahami situasi.
Dengan menghindari jawaban langsung, mereka menciptakan kebingungan sekaligus mengalihkan perhatian dari kebenaran. Kebiasaan ini sering kali membuat kamu merasa bersalah karena bertanya.
Kreativitas yang luar biasa sering menjadi ciri khas pembohong ulung. Mereka mampu menciptakan cerita yang begitu detail dan menarik sehingga sulit dibedakan dari kenyataan.
Misalnya, jika ditanya keberadaan mereka di suatu waktu, mereka bisa mengarang cerita lengkap tentang perjalanan mendadak atau situasi darurat yang mereka alami. Kreativitas ini digunakan untuk menutupi kebohongan mereka.
Memahami sifat ini dapat membantumu mengenali pola-pola kebohongan yang muncul dalam cerita mereka.
Untuk menjaga konsistensi kebohongan, seseorang perlu memiliki ingatan yang baik. Mereka harus mengingat detail cerita yang sudah disampaikan agar tidak terjebak dalam kebohongan mereka sendiri.
Misalnya, jika mereka mengaku pernah pergi ke suatu tempat, mereka harus mengingat hal-hal seperti cuaca, orang yang ditemui, atau lokasi yang dikunjungi. Ingatan tajam ini membuat kebohongan mereka lebih sulit terdeteksi.
Di balik kebiasaan berbohong, sering kali ada rasa takut yang mendalam akan penolakan atau kritik. Mereka mungkin berbohong untuk menghindari konflik atau mendapatkan penerimaan dari orang lain.
Misalnya, mereka bisa saja berbohong tentang keputusan yang mereka buat agar tidak mengecewakan orang lain. Kebohongan ini sering kali dilatarbelakangi oleh kebutuhan emosional untuk merasa diterima.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
