
Ilustrasi seorang teman yang sebenarnya frenemy. (Freepik).
JawaPos.com - Setiap orang pasti menginginkan teman sejati, yang selalu mendukung, menghargai, dan mencintai mereka. Namun, terkadang kita bisa terjebak dalam hubungan dengan teman yang sebenarnya adalah frenemy, seseorang yang berpura-pura menjadi teman, tetapi memiliki niat buruk di baliknya.
Istilah ini menggambarkan seseorang yang tampaknya bersikap ramah dan mendukung, tetapi sebenarnya tindakannya merugikan kita. Seperti halnya hubungan toxic, hubungan dengan frenemy bisa memicu rasa ragu diri, kecemasan, dan stres.
Perilaku ini bisa jadi sulit dikenali pada awalnya, karena mereka sering menunjukkan dua sisi yang bertolak belakang, bersikap ramah tetapi memiliki niat tersembunyi yang merusak.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (15/1), berikut 9 tanda psikologis yang bisa membantu kamu mengenali apakah teman kamu benar-benar seorang frenemy.
1. Mereka Terlalu Kompetitif
Kompetisi memang bisa menjadi hal yang positif, tetapi dalam persahabatan, hal ini bisa menjadi masalah. Teman yang ternyata frenemy cenderung selalu ingin mengalahkanmu atau meremehkan pencapaianmu. Mereka mungkin memiliki cerita yang lebih hebat, nilai yang lebih baik, atau bahkan gaun yang lebih menarik untuk dikenakan di pesta.
Alih-alih merayakan keberhasilanmu, mereka cenderung mengecilkan prestasimu atau bahkan mengabaikannya sama sekali. Persahabatan sejati seharusnya mendukung, bukan menjatuhkan satu sama lain demi keuntungan pribadi.
2. Mereka Terkadang Menunjukkan Perilaku Pasif-Agresif
Teman yang seorang frenemy seringkali tidak mengungkapkan perasaan negatif mereka secara langsung, melainkan dengan cara yang terselubung. Misalnya, mereka memberikan pujian yang tampaknya baik, tetapi sebenarnya merupakan kritik, seperti "Saya berharap bisa santai bekerja seperti kamu," yang sebenarnya merendahkan etos kerjamu.
Atau mereka bisa saja sengaja mengabaikanmu dengan tidak mengundangmu ke acara tertentu atau lupa menyertakanmu dalam perencanaan, yang lama-lama bisa merusak rasa percaya dirimu.
3. Mereka Terlalu Baik
Menjadi baik memang hal yang bagus, tetapi kalau teman kamu terlalu baik tanpa alasan yang jelas, bisa jadi itu adalah taktik manipulasi. Mereka memberi banyak hadiah atau melakukan kebaikan besar, tetapi tujuannya adalah agar kamu merasa berutang atau terus dekat dengan mereka.
Jika kamu merasa seperti selalu berada dalam posisi untuk membalas kebaikan mereka, mungkin ada motif tersembunyi di balik sikap mereka. Teman sejati bersikap baik tanpa agenda tersembunyi.
4. Mereka Tidak Ada Saat Kamu Membutuhkan
Ketika kamu mengalami masa sulit, teman sejati akan ada untuk memberikan dukungan. Mereka siap mendengarkan, memberi semangat, dan menenangkan hatimu. Namun, teman yang frenemy cenderung menghilang atau bahkan mengabaikanmu di saat-saat sulit.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
