Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Mei 2026 | 23.00 WIB

4 Warna Baju yang Membuat Anda Mudah Didekati dan 3 yang Tidak, Menurut Psikologi Warna

Ilustrasi, warna baju yang membuat seseorang mudah didekati dan yang tidak. (Freepik/ garetsvisual) - Image

Ilustrasi, warna baju yang membuat seseorang mudah didekati dan yang tidak. (Freepik/ garetsvisual)

 

JawaPos.com - Tahukah Anda, seorang ahli psikologi warna Michelle Lewis mengatakan bahwa warna diproses oleh otak sebelum kata-kata. Artinya, warna menjadi sinyal pertama yang diterima orang lain yang akan membentuk persepsi mereka secara instan tanpa disadari tentang diri Anda.

Apakah Anda mudah didekati atau tidak, tergantung dari warna baju yang Anda kenakan. Jadi, penting bagi Anda menyesuaikan warna baju dengan jenis kegiatan yang Anda lakukan.

Jika Anda ingin didekati orang-orang dalam suatu acara, gunakanlah warna-warna yang memberikan Anda kesan tersebut. Demikian sebaliknya.

Dilansir JawaPos.com dari parade pada Selasa (19/5), berikut empat warna baju yang membuat Anda mudah didekati dan tiga warna yang memberikan efek berlawanan menurut psikologi warna.

Warna yang Membuat Anda Mudah Didekati

1. Orange

Menurut Lewis, orange menjadi warna baju yang paling membuat Anda mudah didekati, karena melambangkan kehangatan, keramahan, energi, kesenangan, keceriaan, serta kelimpahan.

Warna yang berada di persimpangan antara gairah merah dan optimisme kuning ini memiliki kualitas mudah didekati yang tidak dapat dicapai oleh merah ataupun kuning secara sendiri-sendiri.

Selain itu, warna orange juga tidak menuntut perhatian seperti merah dan tidak membawa energi hiruk pikuk yang dibawa kuning. Warna orange hanya membuat orang merasa nyaman dan tenang, demikian yang diungkapkan Lewis.

Anda yang mengenakan baju orange seolah memberikan sinyal yang mengatakan 'Saya aman' atau 'Saya hangat' atau 'Saya senang Anda berada disini'. Anda memancarkan keramahan alami yang menarik orang-orang secara naluriah.

Jadi, jangan kaget bila Anda yang biasanya berdiri sendirian di pojok ruangan tiba-tiba dikerumuni orang-orang, karena Anda membawa energi rumah yang ramah dimana setiap orang merasa nyaman memasuki pintu Anda.

2. Hijau

Lewis mengungkapkan bahwa warna hijau menandakan keamanan, keterbukaan, dan regenerasi. Membuat Anda yang mengenakannya stabil dan mudah didekati, seolah Anda mengatakan 'Saya teguh dan Saya tidak akan pergi kemana pun'.

Tentu keterjaminan ini membuat orang lain langsung merasa nyaman.

3. Biru

Warna biru mengkomunikasikan ketenangan, kejelasan, dan keandalan. Membuat orang lain merasa tahu apa yang akan mereka dapatkan dari Anda yang mengenakannya dan prediktabilitas itu sangat meyakinkan bahkan dalam pertemuan pertama, demikian yang dijelaskan Lewis.

4. Ungu

Warna baju terakhir yang memberikan kesan mudah didekati adalah ungu. Warna ungu memberikan getaran terbuka dan juga rasa ingin tahu.

Lebih lanjut, Lewis mengatakan bahwa warna ungu adalah warna yang reseptif, sadar secara spiritual, dan benar-benar tertarik pada koneksi.

Jadi, Anda yang memakainya cenderung menarik orang-orang yang mencari percakapan yang bermakna daripada sekadar basa-basi, sehingga warna ungu sangat mudah didekati untuk interaksi yang tepat.

Warna yang Membuat Anda Sulit Didekati

1. Hitam

Diungkapkan Lewis, meski terlihat canggih dan kuat, warna hitam juga diartikan sebagai tertutup, serius, bahkan mengintimidasi, khususnya dalam suasana santai atau sosial dimana orang-orang mencari kehangatan dan kemudahan sebagai undangan untuk terhubung.

Warna hitam seolah menciptakan tembok yang tidak terlihat antara Anda dengan orang-orang di sekitar, membuat Anda 'sulit didekati'.

2. Merah


Lewis menggambarkan warna merah sebagai warna yang rumit, karena warna ini menarik perhatian, tapi tidak mudah untuk didekati.

Warna ini kuat yang menandakan intensitas, dominasi, dan energi yang tinggi. Kualitas-kualitas tersebut sangat menarik, tapi dalam konteks yang tepat.
 
Jika tidak, justru membuat orang lain ragu-ragu untuk mendekati Anda, karena seolah Anda mengatakan 'Saya yang berkuasa' alih-alih 'Ayo, bicara dengan Saya'.

3. Abu-Abu

Lewis menilai, meski secara psikologis abu-abu adalah warna yang netral, tapi warna ini justru membuat orang tidak menjauh dan tidak juga mengundang mereka.

Seolah menyatu dengan latar belakang, warna ini membuat Anda yang mengenakannya diabaikan.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore