Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Januari 2025 | 17.11 WIB

Memurnikan Diri Kembali dengan Katarsis, secara Psikologi Membantu Anda Melampiaskan Emosi dengan Positif

Ilustrasi seseorang yang menatap jendela sambil memegang kepala (freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang menatap jendela sambil memegang kepala (freepik)

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, memang kita tidak bisa lepas dari sebuah emosi. Senang, sedih, marah, kecewa, lewat dan bersemayam menjadi satu.

Tak jarang pula, emosi-emosi negatif seperti stres, frustasi, atau kekecewaan menumpuk dan membebani pikiran. Namun, jika emosi negatif tersebut dibiarkan, hal tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental.

Salah satu cara untuk melepaskan emosi secara positif adalah melalui katarsis. Maka dari itu, mari ketahui lebih lanjut tentang katarsis.

Apa itu Katarsis?

Melansir Very Well Mind, katarsis berasal dari bahasa Yunani “katharsis” yang memiliki arti pembersihan atau penyucian.

Dalam dunia psikologi, katarsis sendiri diartikan sebagai proses pelepasan emosi yang kuat atau tertekan, yang bertujuan untuk membersihkan pikiran dan meredakan ketegangan emosional.

Proses ini memungkinkan seseorang untuk melampiaskan emosi secara sehat dan alami untuk meredakan konflik di alam bawah sadar.

Ketika seseorang tidak mampu menyalurkan emosi tersebut dengan baik, maka emosi tersebut dapat menumpuk dan menyebabkan masalah kesehatan mental seperti stres, kecemasan atau bahkan depresi.

Maka dari itu, katarsis menjadi sebuah jalur pembuka untuk melepaskan emosi-emosi tersebut dengan positif.

Supaya seseorang merasa lebih lega dan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan perasaan yang lebih baik.

Juga, menghindari gejolak emosi yang bisa meledak karena kesulitan untuk melepaskan beban yang terpendam.

Manfaat Katarsis bagi Kesehatan Mental

Melansir Hello Sehat, pelepasan emosi melalui katarsis secara efektif meredakan stres dan frustasi, juga memberikan rasa lega dan tenang.

Proses ini juga membantu individu memandang masalah dari sudut pandang yang berbeda, terutama ketika katarsis dilakukan dengan berbagi cerita bersama orang yang dipercaya.

Dengan melepaskan emosi dengan teratur, katarsis mencegah penumpukan emosi negatif yang berpotensi memicu masalah kesehatan mental yang lebih serius, seperti kecemasan dan depresi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore