
Ilustrasi delapan sifat dari orang-orang yang tidak pernah dipeluk saat kecil menurut psikolog.
JawaPos.com - Beberapa anak yang tumbuh dewasa tanpa menerima banyak kasih sayang fisik, mungkin memiliki pola tertentu dalam kehidupan dewasanya.
Menjadi anak yang jarang dipeluk dapat membentuknya dengan cara yang mendalam dan menghasilkan serangkaian perilaku dan reaksi unik saat tumbuh dewasa.
Menurut psikolog, pola-pola ini seringkali terwujud dalam delapan sifat khusus. Sifat-sifat ini bukanlah pilihan pribadi, melainkan lebih seperti luka emosional dari masa kanak-kanak.
Memahami sifat-sifat ini dapat menjadi langkah awal menuju penyembuhan untuk penyembuhan dan pemutusan pola tersebut.
Dilansir dari Blog Herald, inilah delapan sifat dari orang-orang yang tidak pernah dipeluk saat kecil menurut psikolog.
1. Kesulitan menjalin hubungan dekat
Seseorang yang tidak sering dipeluk saat kecil mungkin akan merasa sulit menjalin hubungan dekat dan intim saat dewasa. Pelukan merupakan salah satu bentuk komunikasi non-verbal dan berperan penting dalam membangun ikatan dengan orang lain.
Tanpa merasakan bentuk kasih sayang ini, seseorang mungkin akan kesulitan mengekspresikan atau memahami keintiman emosional. Mereka mungkin mendekatinya secara berbeda, seperti dengan tingkat kehati-hatian atau ketidakpastian.
Mereka mungkin juga merasa lebih sulit untuk memercayai orang lain atau membuka diri secara emosional.
2. Kemandirian yang tinggi
Beberapa orang mungkin berpikir seseorang yang tidak banyak menerima kasih sayang fisik saat kecil akan terus mencarinya saat dewasa, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Banyak orang yang jarang dipeluk saat kecil justru mengembangkan rasa percaya diri yang tinggi.
Tanpa dukungan fisik dari pengasuh, individu-individu ini sering kali belajar untuk bergantung pada diri sendiri sejak usia dini. Mereka belajar untuk menenangkan tekanan mereka sendiri dan memenuhi kebutuhannya sendiri.
Kemandirian ini mungkin membuat mereka tampak kuat dan mandiri, tetapi juga dapat menciptakan hambatan untuk mencari bantuan saat membutuhkannya. Mereka mungkin kesulitan dengan gagasan untuk bergantung pada orang lain, takut akan kerentanan atau penolakan.
3. Meningkatnya kepekaan terhadap sentuhan
Akibat kurangnya kasih sayang fisik di masa kanak-kanak, sebagian orang mengembangkan kepekaan yang meningkat terhadap sentuhan. Ini mungkin tampak mengejutkan, tetapi hal ini berakar pada susunan saraf kita.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
