Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Januari 2025 | 22.15 WIB

Jangan Asal Posting! Ketahui 4 Resiko Terlalu Sering Mengunggah Foto atau Video Anak di Media Sosial

Ilustrasi orang tua yang memotres anaknya (Alina Matveycheva/Pexels) - Image

Ilustrasi orang tua yang memotres anaknya (Alina Matveycheva/Pexels)

JawaPos.com – Pada era sekarang, tindakan mengunggah foto anak di media sosial sudah menjadi hal yang wajar dan lumrah. Bahkan bagi beberapa orang tua, hal tersebut merupakan ladang uang yang subur.

Akan tetapi, para orang tua mulai saat ini harus sadar bahwa terlalu sering mengunggah foto anak di internet juga beresiko untuk sang anak. Hal ini karena saat suatu informasi seperti foto atau video diposting, maka kontrol terhadap informasi tersebut akan ikut hilang.  

Memang, terkadang keinginan untuk membagikan momen berharga dengan si kecil merupakan hal yang menyenangkan untuk dilakukan, karena mungkin kita ingin menunjukkan kepada sanak saudara tentang kemajuan dari putra-putri kita.

Meskipun begitu, orang tua juga harus sadar dan berhati-hati saat memutuskan untuk membagikan foto atau video dengan anak kita. Pasalnya, saat ini informasi semacam foto, letak sekolah, area sekitar rumah, dan tanggal lahir dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, dirangkum dari National Public Radio dan Science X setidaknya terdapat empat resiko terlalu sering mengunggah foto atau video anak di media sosial yang wajib diketahui orang tua.

  1. Bahaya Penguntitan dan Penculikan

Resiko terbesar dari mengunggah informasi anak seperti foto atau video ke media sosial adalah memperbesar resiko terjadinya penculikan atau penguntitan (stalking).

Pengguna internet saat ini sangat beragam, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, mulai dari orang baik hingga para pedofil. Untuk itu, para orang tua diharapkan untuk bisa menyortir informasi apa yang perlu dan tidak perlu dibagikan.

Jangan membagikan lokasi sekolah dan lingkungan sekitar anak untuk mengurangi resiko terjadinya penculikan. Selain itu, wajah anak juga sebenarnya kurang disarankan untuk diunggah di media sosial. Hal ini memang terdengar berlebihan, tapi coba pikirkan kemungkinan ini.

Ketika Anda sering membagikan beberapa informasi penting seperti wajah, lingkungan sekitar rumah, lokasi sekolah, atau keseharian anak, coba bayangkan betapa lengkapnya informasi yang dimiliki orang berhati busuk untuk menculik buah hati Anda. 

  1. Menghilangkan Privasi Sang Anak

Umumnya anak-anak yang fotonya diunggah di media sosial masih belum bisa memutuskan atau memberikan persetujuannya (consent) terhadap tindakan tersebut. Beberapa hal seperti momen ketika mereka menangis atau momen memalukan terkadang tetap diunggah oleh para orang tua tanpa memikirkan dampaknya.

Hal ini mungkin tidak akan menjadi masalah di waktu dekat, namun akan berpotensi menjadi masalah saat si anak sudah beranjak dewasa. Pasalnya, hal-hal semacam ini berpotensi membuat dirinya menjadi korban perundungan di masa sekolah.  

  1. ResikoBullyingTerhadap Anak

Kasus perundungan atau bullying terhadap anak salah satunya dapat disebabkan karena foto atau video dirinya yang beredar di internet. Foto atau video konyol anak yang diunggah oleh orang tua, sering kali digunakan sebagai bahan cemoohan teman-temannya.

Hal ini tentunya tidak baik untuk kesehatan mental sang anak. Dampaknya bisa bermacam-macam, mulai dari malu, trauma, hingga depresi.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore