Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Januari 2025 | 22.23 WIB

7 Perilaku Akibat Tumbuh Kurang Kasih Sayang Menurut Psikologi, Begini Cara Mengatasinya!

Ilustrasi perempuan yang kurang mendapat kasih sayang (freepik/jcomp) - Image

Ilustrasi perempuan yang kurang mendapat kasih sayang (freepik/jcomp)

JawaPos--Tumbuh dalam keluarga yang dingin dan minim kasih sayang sering kali meninggalkan jejak yang mendalam pada perkembangan emosional seseorang.

Meski tak tampak secara kasat mata, perilaku-perilaku tertentu yang muncul pada individu yang dibesarkan dalam lingkungan seperti ini dapat memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan lingkungan.

Psikologi mengungkapkan bahwa pola-pola ini adalah bentuk mekanisme bertahan hidup yang terbentuk sejak masa kecil.

Dilansir JawaPos.com dari laman Small Business Bonfire pada (07/01) berikut 7 perilaku umum menurut psikologi yang sering muncul pada individu yang dibesarkan minim kasih sayang dan serta langkah-langkah untuk mengatasinya.

1. Kesulitan Membentuk Hubungan Dekat: Dampak Nyata dan Solusi yang Diperlukan

Di Indonesia, fenomena kesulitan menjalin hubungan dekat kerap terlihat pada individu yang tumbuh dalam keluarga yang kurang ekspresif secara emosional. Misalnya, anak-anak dari keluarga dengan orang tua yang terlalu sibuk bekerja atau tidak terbiasa mengungkapkan kasih sayang sering kali tumbuh dengan kecemasan sosial. Mereka takut ditolak atau dihakimi, sehingga cenderung menutup diri.

Hal ini bukanlah kesalahan pribadi, melainkan akibat dari pengalaman masa kecil yang tidak mendapatkan perhatian emosional yang cukup. Pemahaman ini adalah langkah pertama untuk memulai perubahan dan membangun hubungan yang lebih hangat dan saling mendukung.

2. Kemandirian yang Berlebihan: Ketangguhan atau Perlindungan Diri

Banyak orang dewasa muda yang terlihat mandiri secara ekstrem, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan pola asuh keras atau kurang suportif. Kemandirian ini sering menjadi topeng untuk menyembunyikan rasa kesepian dan kebutuhan akan dukungan emosional.

Terkadang, sifat ini menyebabkan mereka merasa kesepian dan terisolasi. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bagian dari kebutuhan emosional manusia.

3. Keraguan Diri yang Terus-Menerus: Luka yang Tak Terlihat

Anak-anak yang tidak pernah mendapat apresiasi atau validasi dari orang tua sering tumbuh dengan rasa percaya diri yang rendah. Mereka merasa takut gagal karena tidak mendapatkan kata-kata dukungan. Rasa ragu terhadap kemampuan diri ini bisa menghambat kemajuan dalam hidup.

Untuk mengatasi masalah ini, langkah awal yang harus dilakukan adalah menyadari pola pikir yang keliru dan secara aktif mengubah cara pandang terhadap diri sendiri. Memberikan penghargaan atas pencapaian dan kekuatan yang dimiliki adalah bentuk nyata dari dukungan terhadap diri sendiri. Sebab, pada akhirnya, satu-satunya sosok yang paling bertanggung jawab untuk menjadi penopang utama adalah diri kita sendiri.

4. Berusaha Berlebihan dalam Hubungan: Keseimbangan yang Hilang

Keinginan untuk selalu memberi lebih dalam hubungan juga bisa menjadi dampak dari tumbuh dalam keluarga yang minim kasih sayang. Mereka yang dibesarkan tanpa kasih sayang sering kali berusaha agar orang lain tidak merasakan kekurangan perhatian atau kasih sayang, meskipun itu dapat merugikan diri mereka sendiri.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore