Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Januari 2025 | 20.23 WIB

Mengenal Kepribadian dari Posisi Tidur Menurut Psikologi, Orang yang Tidurnya Telentang Biasanya Memiliki 7 Perilaku Ini

Ilustrasi orang yang tidur telentang. (freepik). - Image

Ilustrasi orang yang tidur telentang. (freepik).

JawaPos.com - Banyak aspek yang bisa digali untuk mengetahui kepribadian seseorang, mulai dari warna kesukaan, makanan favorit, bentuk tubuh, hingga posisi tidur.

Mengutip dari laman Merauke, seorang pakar bahasa tubuh, Lillian Glass mengatakan bahwa posisi tidur adalah alam bawah sadar. Sehingga saat itu akan mencerminkan emosi yang sedang dialami atau dirasakan.

Dilansir dari laman Blog Herald pada (07/01) seperti halnya orang yang tidur telentang, menurut psikologi biasanya mereka memiliki 7 perilaku ini :

1. Percaya diri

Orang dengan tidur telentang sering kali memiliki tingkat kepercayaan diri tertentu dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini terlihat dari cara membawa diri, berkomunikasi dengan orang lain, atau menangani situasi yang menantang. Ini bukan kesombongan, tapi rasa percaya diri yang sehat.

Posisi tidur ini disebut juga dengan posisi 'bintang laut', yaitu postur tubuh terbuka dan rentan. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang ini tidak takut untuk mengambil tempat, dan mereka tidak merasa perlu melindungi diri dari dunia luar saat tidur.

Namun, bukan berarti semua orang yang tidur terlentang selalu merasa percaya diri. Seperti orang lain, mereka juga mengalami saat-saat keraguan diri dan rasa tidak aman.

2. Sering menjadi pendengar yang diam

Orang yang tidur terlentang mungkin memancarkan rasa percaya diri, tapi bukan berarti selalu menjadi paling berisik di ruangan itu. Anehnya, mereka cenderung menjadi pendengar yang pendiam.

Orang-orang ini biasanya lebih suka mengamati dan menyerap informasi selama percakapan daripada mendominasinya. Mereka biasanya sabar, membiarkan orang lain berbagi pemikiran dan ide, serta sering dianggap sebagai pendengar yang baik.

3. Rentan terhadap mendengkur dan sleep apnea


Jika kamu tidur telentang, terkadang mungkin menghadapi tantangan umum di malam hari seperti mendengkur dan sleep apnea, suatu kondisi yang melibatkan gangguan pernapasan saat tidur. Pasalnya, posisi ini bisa menyebabkan lidah jatuh kembali ke tenggorokan sehingga menghalangi aliran udara.

Meskipun hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran, juga dapat ditangani dengan alat dan strategi yang tepat, mulai dari perubahan gaya hidup sederhana hingga intervensi medis jika diperlukan.

4. Cenderung lebih disiplin


Orang yang tidur telentang sering kali menunjukkan tingkat disiplin tinggi, terutama dalam hal rutinitas tidurnya. Mereka memahami pentingnya tidur malam yang nyenyak dan menjadikannya sebagai prioritas, sering kali menjaga waktu tidur dan bangun secara teratur.

Disiplin ini juga dapat meluas ke bidang kehidupan lainnya. Ini bisa berupa menjaga rutinitas kebugaran, menjaga pola makan seimbang, atau menyelesaikan tugas jauh sebelum tenggat waktu.

5. Selalu tenang dalam situasi stres

Orang yang tidur telentang umumnya dikenal mampu menangani stres secara efektif. Sikap tenang mereka membantu mereka mempertahankan perspektif dan menavigasi situasi menantang dengan anggun.

Jadi, jika kamu memerhatikan sifat ini dalam diri sendiri, posisi tidurmu mungkin berperan dalam mengembangkan pendekatan berkepala dingin terhadap tantangan hidup.

6. Terkadang keras kepala

Orang yang tidur telentang dikenal karena kegigihannya. Ketika mereka mempunyai cara tertentu dalam melakukan sesuatu atau sudut pandang tertentu, mereka berpegang teguh pada hal itu.

Meskipun ketabahan ini patut dikagumi, tapi hal ini dapat dilihat sebagai sikap keras kepala ketika harus berkompromi atau menerima sudut pandang lain.

Penting untuk diingat bahwa keterbukaan terhadap perubahan dan perspektif lain adalah sebuah kekuatan, bukan kelemahan. Kita semua mempunyai ruang untuk bertumbuh, dan terkadang melonggarkan kendali dapat menghasilkan wawasan dan pengalaman baru.

7. Pemimpin alami

Orang yang tidur telentang secara alami tertarik pada peran kepemimpinan. Mereka percaya diri, disiplin, pendengar yang baik, dan tenang saat berada di bawah tekanan. Semua kualitas ini dapat menjadikan seorang pemimpin hebat.

Namun, mereka harus menyadari potensi sifat keras kepala dan berusaha untuk terbuka terhadap ide dan masukan orang lain. Seorang pemimpin yang baik mengakui nilai kontribusi setiap anggota tim.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore