Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Januari 2025 | 15.39 WIB

9 Tanda Bahwa Seseorang Bukanlah Orang yang Jujur Menurut Psikologi, Salah Satunya Jarang Mengakui Kesalahan!

Ilustrasi seseorang yang bukanlah orang yang jujur./Freepik. - Image

Ilustrasi seseorang yang bukanlah orang yang jujur./Freepik.

JawaPos.com - Kebohongan adalah salah satu hal yang sering kali sulit terdeteksi, namun perilaku seseorang sering kali memberikan petunjuk tentang sejauh mana mereka bisa dipercaya.

Menurut psikologi, ada beberapa tanda yang bisa menunjukkan bahwa seseorang tidak jujur, meski mereka berusaha menyembunyikannya.

Dari cara mereka berinteraksi hingga respons mereka terhadap pertanyaan, tubuh dan perilaku mereka dapat mengungkapkan lebih banyak daripada yang mereka katakan.

Dalam artikel ini, kita akan mengulas beberapa tanda yang bisa menjadi indikasi bahwa seseorang tidak sepenuhnya jujur, dan bagaimana ini dapat membantu kita untuk mengenali kebohongan tersebut.

Dilansir dari laman Personal Branding Blog pada Selasa (7/1), berikut merupakan 9 tanda bahwa seseorang bukanlah orang yang jujur, menurut psikologi.

1. Jarang Mengakui Kesalahan

Orang yang jujur cenderung mengakui kesalahan mereka, karena mereka tidak takut untuk menunjukkan kerentanannya.

Namun, seseorang yang tidak jujur akan cenderung menghindari pengakuan kesalahan, bahkan ketika bukti jelas menunjukkan bahwa mereka salah.

Mereka cenderung akan merasa bahwa mengakui kesalahan akan merusak citra atau kebohongan yang mereka bangun.

Jika seseorang enggan mengakui kesalahan atau bahkan menyangkalnya meskipun ada bukti, ini bisa menunjukkan bahwa mereka lebih memprioritaskan citra diri mereka daripada kebenaran.

2. Sering Mengubah Cerita

Jika seseorang sering mengubah detail dalam cerita yang sama, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka tidak jujur.

Orang yang berbicara dengan jujur akan cenderung menceritakan kisah yang konsisten tanpa banyak perubahan dalam rincian.

Namun, jika cerita yang mereka ceritakan berubah setiap kali mereka mengulanginya, ini merupakan tanda bahwa mereka berusaha menutupi kebenaran atau mengalihkan perhatian dari kebohongan yang mereka buat.

Ini adalah salah satu cara yang mereka gunakan untuk menyesuaikan cerita agar lebih meyakinkan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore