Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Januari 2025 | 19.22 WIB

5 Tanda Kamu berada dalam Work-life Balance yang Tidak Sehat hingga Memberikan Dampak Buruk bagi Kesehatan

Ilustrasi orang kelelahan (Anna Tarazevich) - Image

Ilustrasi orang kelelahan (Anna Tarazevich)

JawaPos.com - Ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang tidak sehat muncul ketika pekerjaan menjadi terlalu menekan dan lebih diutamakan daripada kebutuhan pribadi, sehingga menyebabkan dampak negatif pada kesejahteraan fisik dan mental seseorang.

Fokus berlebihan pada pekerjaan tanpa memberi waktu bagi diri sendiri dapat memicu stres, kelelahan, dan penurunan kualitas hidup yang berdampak buruk pada kesehatan mental dan emosional.

Dikutip dari betterup.com, berikut ini berbagai tanda kamu berada dalam work-life balance yang tidak sehat hingga memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

1. Bekerja secara berlebihan dan terus-menerus

Bekerja dalam jangka waktu yang lama secara rutin, termasuk pada akhir pekan dan hari libur, tanpa memberi diri waktu yang cukup untuk beristirahat, bersantai, atau menjalani kegiatan pribadi, dapat mengarah pada kelelahan yang berkepanjangan.

Kondisi ini terjadi saat seseorang terus menerus terfokus pada pekerjaan, tanpa memberikan ruang bagi diri mereka guna melepaskan diri dari tekanan dan tuntutan pekerjaan yang ada. Hal ini akhirnya berdampak pada kualitas hidup sebab tanpa adanya waktu yang cukup untuk beristirahat atau menikmati kegiatan pribadi.

Seseorang dapat kehilangan keseimbangan yang sehat antara kehidupan profesional dan kehidupan pribadi. Ketidakseimbangan ini bisa berisiko merusak kesehatan fisik dan mental dalam jangka panjang, menyebabkan stres kronis, kelelahan, serta mengurangi kepuasan hidup secara keseluruhan.

2. Kehidupan pribadi terabaikan

Fokus yang berlebihan pada pekerjaan hingga mengorbankan hubungan pribadi, hobi, dan rekreasi dapat berdampak negatif pada kualitas hidup, mengurangi waktu untuk kebahagiaan dan interaksi sosial, sehingga menurunkan kepuasan hidup.

Ketika tuntutan pekerjaan mendominasi waktu dan perhatian, maka seseorang sering terpaksa mengurangi atau bahkan mengabaikan aspek-aspek kehidupan yang seharusnya memberikan kebahagiaan dan keseimbangan, seperti menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman dan berpartisipasi dalam kegiatan yang menyenangkan.

Selain itu, kamu juga bisa mengejar minat pribadi yang memberi rasa pencapaian. Akibatnya, walaupun pekerjaan mungkin tercapai, kualitas hubungan dan kesejahteraan pribadi dapat terganggu, sehingga hal ini menyebabkan stres, kelelahan, dan perasaan tidak puas dalam kehidupan pribadinya.

3. Burnout

Kelelahan fisik, mental, dan emosional biasanya muncul sebagai akibat dari stres kronis dan tekanan yang terus-menerus terkait dengan pekerjaan. Ketika seseorang terbebani dengan tuntutan pekerjaan yang tidak kunjung reda, baik itu dalam bentuk tugas menumpuk, tenggat waktu yang ketat, atau beban tanggung jawab berat, tubuh dan pikiran mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

Stres yang berkelanjutan ini dapat menimbulkan kehabisan energi, penurunan kemampuan berkonsentrasi, serta perasaan cemas dan frustasi yang semakin meningkat. Dalam jangka panjang, kelelahan semacam ini tidak hanya mempengaruhi kinerja profesional, namun juga mengganggu kesejahteraan emosional dan fisik seseorang, menciptakan dampak yang merugikan dalam berbagai aspek kehidupan.

4. Kurangnya perawatan diri

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore