Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Desember 2024 | 23.06 WIB

Mengenal Photophobia: Seseorang yang Takut Terhadap Cahaya Terang, Dapat Berakibat Sakit Kepala hingga Mual

Ilustrasi penderita photophobia. (Freepik)

JawaPos.com – Photophobia merupakan adalah ketakutan terhadap cahaya. Namun, dalam dunia medis, photophobia mengacu pada sensitivitas mata terhadap cahaya, terutama cahaya terang, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan bahkan rasa sakit yang mendalam.

Tanda-tanda seseorang yang menderita photophobia diantaranya, sering menyipitkan mata atau berkedip, Lebih suka tinggal di dalam rumah saat hari cerah atau lebih suka keluar rumah setelah senja serta lebih menyukai cahaya redup daripada cahaya terang.

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, berikut beberapa hal yang berkaitan dengan seseorang penderita photophobia.

  1. Kondisi mata yang berhubungan dengan photophobia

Mata kering adalah kondisi paling umum yang dikaitkan dengan fotofobia. Namun, terdapat beberapa kondisi mata yang terkait dengan sensitivitas cahaya meliputi:

  • Albinisme merupakan kurangnya pigmen pada iris dan/atau lapisan berpigmen di sekitar retina.
  • Aniridia secara harfiah adalah tidak memiliki iris, Iris sendiri merupakan bagian mata yang berwarna. Ini adalah kondisi bawaan artinya Anda memilikinya saat lahir.
  • Astigmatisme adalah kondisi mata yang menyebabkan penglihatan kabur karena mata Anda lebih melengkung daripada bentuk normalnya.
  • Konjungtivitis merupakan kondisi yang juga disebut mata merah, umum terjadi pada anak-anak.
  • Penyakit kornea yang termasuk pada abrasi kornea dan pterigium.
  • Eksotropia  merupakan kondisi di mana mata Anda tidak sejajar. Salah satu atau kedua mata mengarah ke luar.
  • Neuritis optik masuk dalam penyakit lain atau masalah yang tidak diketahui dapat menyebabkan kondisi ini, yaitu iritasi atau peradangan pada saraf optik.
  • Papiledema merupakan kondisi pada mata yang memiliki tekanan di dalam atau di sekitar otak menyebabkan saraf optik yang ada di dalam mata atau disebut cakram optik membengkak.
  • Retinitis pigmentosa yakni merujuk pada sekelompok penyakit yang menyebabkan kerusakan retina. Penyakit ini biasanya diwariskan.
  • Strabismus merupakan kondisi yang disebut mata juling.
  • Uveitis yakni sekelompok penyakit yang menyebabkan mata merah, nyeri mata, dan peradangan di dalam mata, bukan di permukaan.
  1. Cara mengatasi photophobia
  • Menggunakan kacamata hitam dengan polarisasi dan/atau topi saat Anda berada di luar.
  • Hindari pencahayaan fluoresensi dan gunakan cahaya alami dan jenis pencahayaan lainnya.
  • Gunakan dimmer pada lampu dalam ruangan Anda.
  • Gunakan kontrol pada perangkat Anda (seperti ponsel, televisi, dan monitor komputer) untuk menyesuaikan pencahayaan.
  • Gunakan obat tetes mata yang melembabkan untuk membantu menghindari mata kering, jika penyedia layanan kesehatan Anda menyetujuinya.
  1. Pengobatan

Obat-obatan yang berhubungan dengan fotofobia diantaranya.

  • Barbiturat ialah salah satu obat penenang.
  • Benzodiazepin yang merupakan obat depresan untuk mengatasi kecemasan dan stres.
  • Klorokuin merupakan obat yang digunakan untuk mengobati malaria.
  • Haloperidol adalah obat yang digunakan untuk mengobati psikosis dan kondisi kesehatan mental lainnya.
  • Litium adalah obat yang digunakan untuk mengobati depresi dan gangguan bipolar.
  • Methylphenidate zoledronate salah satu jenis obat yang digunakan untuk mengobati gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas (ADHD).
  • Tropicamide obat yang digunakan untuk melebarkan pupil selama pemeriksaan mata.

 ***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore