Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Desember 2024 | 20.54 WIB

Sosok Provokator Digital: 7 Sifat orang yang Tak Bisa Lepas dari Kontroversi di Media Sosial, Menurut psikologi

Ilustrasi orang yang bermain media sosial. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang bermain media sosial. (Freepik)

JawaPos.Com - Di era media sosial seperti sekarang, setiap orang memiliki platform untuk menyuarakan pendapatnya dengan bebas. 

Hal ini tentu menjadi peluang besar untuk berbagi informasi, berdiskusi, bahkan memulai gerakan perubahan. 

Namun di balik manfaatnya, dunia maya juga menjadi ladang subur bagi mereka yang gemar mencari keributan tau kontroversi.

Orang-orang ini seolah menjadikan media sosial sebagai arena untuk memperdebatkan segala hal, memicu konflik, dan terkadang memancing emosi orang lain.

Apa yang membuat mereka bertindak demikian? Apakah sekadar iseng, atau ada motivasi yang lebih dalam? 

Psikologi menunjukkan bahwa perilaku ini sering kali berakar dari kepribadian dan sifat tertentu. 

Orang-orang yang hobi memancing keributan biasanya memiliki pola pikir dan kebutuhan emosional yang mendorong mereka untuk terus terlibat dalam perdebatan yang kadang tidak produktif. 

Dilansir dari Geediting.com, inilah tujuh sifat utama mereka yang suka mencari perkara di media sosial.

1. Mereka Cepat Bereaksi 

Orang yang suka mencari keributan sering kali memiliki refleks cepat dalam merespons berbagai konten di media sosial. 

Entah itu berupa artikel berita, opini seseorang, atau bahkan komentar yang tampaknya tidak signifikan, mereka hampir selalu terdorong untuk segera memberikan tanggapan. 

Respons ini sering kali tidak didasari oleh analisis yang mendalam, tetapi lebih oleh dorongan emosional yang sulit dikendalikan.

Apa yang mendorong respons cepat ini? Biasanya, hal ini berkaitan dengan keinginan untuk menunjukkan ketidaksetujuan, memprovokasi pihak lain, atau sekadar menonjolkan diri. 

Bukannya mencari solusi atau memberikan argumen yang membangun, mereka sering kali fokus pada aspek negatif dari suatu konten dan memperbesarnya. 

Hal ini bisa mencerminkan kurangnya pengendalian diri, di mana emosi menguasai tindakan mereka.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore