Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Desember 2024 | 22.16 WIB

Tampak dari Tindakan dan Ucapannya, Ini 9 Tanda Seseorang Sedang Berbohong yang Patut Diwaspadai

Ilustrasi orang sedang berbohong (Andrea Piacquadio/pexels.com) - Image

Ilustrasi orang sedang berbohong (Andrea Piacquadio/pexels.com)

JawaPos.com - Penelitian Vanessa Van Edwards menunjukkan bahwa 82% kebohongan tidak terdeteksi yang mendorongnya membuat kursus How to Be a Human Lie Detector.

Survei 2022 mengungkapkan orang Amerika berbohong empat kali sehari, namun hanya 53% yang bisa mendeteksi kebohongan.

Menilai apakah seseorang berbohong sulit tanpa memahami perilaku mereka saat jujur, sehingga cobalah membangun kepercayaan sebelum berbagi informasi pribadi.

Misalnya, hubungi bank langsung daripada mempercayai panggilan atau surat yang mencurigakan.

Mengutip forensicscolleges.com, berikut ini deretan tanda seseorang sedang berbohong yang patut diwaspadai dan tampak dari tindakannya.

1. Perubahan pola bicara

Salah satu indikator bahwa seseorang mungkin tidak sepenuhnya jujur adalah perubahan dalam cara berbicara mereka. Gregg McCrary, mantan profiler kriminal FBI, menerangkan bahwa suara atau gaya bicara bisa berubah saat seseorang berbohong, seperti yang dilaporkan oleh Forbes.

McCrary mulai dengan mengajukan pertanyaan sederhana dan langsung, seperti nama atau alamat seseorang guna memahami pola bicara dan perilaku mereka. Hal ini membantunya mendeteksi perubahan dalam cara berbicara atau karakteristik saat dirinya mengajukan pertanyaan yang lebih menantang.

2. Gerakan yang tidak sejalan

Jika seseorang mengatakan ya namun menggelengkan kepala, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka tidak sepenuhnya jujur. Menurut Dr. Ellen Hendriksen, psikolog klinis di Boston University’s Center for Anxiety and Related Disorders, gerakan tubuh yang tidak sejalan dengan kata-kata yang diucapkan menjadi indikator ketidaksesuaian.

Keadaan ini biasanya mengungkapkan kebenaran. Sebagai contoh, apabila seseorang berkata, "Tentu saja aku akan bekerja sama dengan penyelidikan ini,” sambil menggelengkan kepala, itu dapat menandakan bahwa mereka tidak sepenuhnya jujur.

3. Tidak memberikan cukup informasi

Saksi yang jujur cenderung memberikan lebih banyak rincian saat ditanya, "Apakah ada hal lain?" Sebaliknya, pembohong akan memberikan sedikit tambahan informasi ketika diminta dalam mengungkapkan lebih dari yang telah mereka persiapkan.

Peneliti yang dikutip oleh American Psychological Association (APA) menyebut mereka sebagai pembohong yang mengelak dengan kurang memberi keterangan. Hal ini terlihat dalam transkrip, pernyataan saksi, atau kurangnya deskripsi dalam percakapan.

Peneliti juga memverifikasi kebenaran dengan meminta orang untuk menceritakan kejadian secara terbalik. Orang yang jujur akan memberikan lebih banyak detail, sementara pembohong umumnya terjebak dan mengubah cerita tanpa menambah rincian.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore