Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Desember 2024 | 19.48 WIB

Say No to Galau Era! Intip 5 Ciri Orang Dewasa yang Cepat Pulih dari Patah Hati, Mereka Belajar dari Pengalaman

Ilustrasi 5 ciri orang dewasa yang cepat pulih dari patah hati - Image

Ilustrasi 5 ciri orang dewasa yang cepat pulih dari patah hati

JawaPos.com - Putus cinta, perpisahan, atau perceraian adalah beberapa pengalaman yang terasa pahit dan menyedihkan sehingga dapat diringkas dengan satu kata yaitu kesedihan. Ketika cinta berakhir, dunia terasa runtuh bersama dengan mimpi, harapan, dan hati.

Hal ini dapat membuat kita kehilangan perspektif tentang cara bertahan hidup. Kita langsung masuk ke mode melawan atau lari dan belajar untuk bertahan hidup melalui semacam rasa sakit yang mungkin terjadi.

Ini dapat berlaku untuk orang yang masih muda atau sudah lama tidak mengalami patah hati seperti itu. Dilansir dari Your Tango, terdapat 5 ciri orang dewasa yang cepat pulih dari patah hati.

1. Tidak berkencan di tiga bulan pertama

Jika sebagian orang mungkin tidak sanggup berkencan lagi, sebagian yang lain justru langsung terjerumus ke dalam hubungan yang serius. Bukan hal yang aneh untuk berpikir bahwa perhatian dari seseorang yang baru dapat mengalihkan dari rasa patah hati.

Mereka berasumsi bahwa diinginkan oleh orang asing akan membantu mereka tidak merasa ditolak oleh orang yang masih dicintai. Namun, langsung berkencan juga memiliki sisi buruk, seperti bisa jadi kita kembali memilih orang yang salah.

Untuk itu, buatlah aturan untuk tidak berkencan atau terlibat dengan seseorang secara aktif selama tiga bulan penuh. Ini akan membantumu untuk dapat memperoleh perspektif, penyelesaian, dan penyembuhan sehingga kita lebih siap dan memilih orang yang tepat.

2. Sangat memperhatikan kesehatan

Penting unutk menjaga kesehatan fisik selama putus cinta. Tubuh sudah berada jauh di bawah tekanan dan melakukan berbagai hal, untuk itu tidak perlu lagi menambah beban dengan tidak menjaga kesehatan.

Cobalah untuk menjaga pola makan agar tetap teratur. Penelitian yang dipublikasikan di Minerva Endocrinologica Journal menunjukkan bagaimana makan berlebihan dapat membebani sistem pencernaan.

Ditambah lagi, pola makan yang penuh kalori kosong biasanya merusak tingkat energi dan emosi kita. Jaga pola makan agar tetap bersih dan minumlah banyak teh.

3. Tidak mengisolasi diri

Meskipun berdiam dalam kepompong kesedihan dan selimut mungkin tampak lebih sesuai dengan keinginan mereka daripada bersosialisasi, hal ini tentu tidak akan mengeluarkan diri dari depresi. Saat kita melibatkan diri dalam kegiatan orang lain, kita tidak hanya diminta untuk bertanggung jawab.

Tetapi kita juga diingatkan bahwa hidup terus berjalan. Mudah untuk berfokus pada diri sendiri dalam penderitaan yang dialami. Meskipun penting untuk meluangkan waktu sendiri untuk menyembuhkan diri, kita tidak dapat melupakan pentingnya orang lain di dunia kita.

Dengan tetap aktif secara sosial, kita dapat mengalihkan perhatian kita dari penderitaan dan patah hati yang dialami. Kita dapat belajar untuk menikmati hidup lagi dan membiarkan diri kembali terbuka terhadap peluang dan dukungan baru.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore