
Dampak anak laki-laki terlalu dekat dengan ibu. (pexels.com)
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa hubungan asmara Anda terganggu oleh kehadiran "pihak ketiga" yang tidak biasa? Tidak, ini bukan tentang perselingkuhan atau mantan yang mengganggu.
Kali ini, kita membahas sesuatu yang lebih subtil tetapi sama kompleksnya: perilaku pria yang terlalu dekat dengan ibunya. Pada awalnya, hubungan pria dengan ibunya mungkin terlihat manis.
Tetapi pada titik tertentu di mana kedekatan ini bisa menjadi tantangan besar dalam hubungan cinta dengan pasangan. Bagaimana perilaku ini terlihat? Apa dampaknya bagi hubungan?
Dilansir dari laman Geediting.com pada Kamis (12/12), berikut adalah sembilan tanda perilaku pria yang terlalu dekat dengan ibunya dan bagaimana hal itu bisa memengaruhi hubungan romantisnya.
Pria yang sangat dekat dengan ibunya sering kali merasa perlu untuk selalu menjalin komunikasi dengannya. Entah itu lewat panggilan telepon, pesan singkat, atau bahkan video call, komunikasi ini berlangsung hampir sepanjang hari.
Tindakan ini tidak hanya menunjukkan ketergantungan emosional yang berlebihan, tetapi juga menghambat kemampuan mereka untuk membuat keputusan secara mandiri. Padahal, kemandirian adalah aspek penting dalam membangun hubungan dewasa dengan pasangan.
Dalam setiap aspek hidup, mulai dari karier hingga hubungan, ibu selalu menjadi tempat pertama yang ia tuju. Dia berbagi detail-detail pribadi, termasuk harapan, mimpi, bahkan masalah cinta, dengan ibunya.
Ketika pasangan merasa tidak lagi menjadi prioritas dalam kehidupan emosionalnya, hubungan cinta dengan pasangan tersebut bisa menjadi dingin dan penuh ketidakpuasan. Ketergantungan ini juga sering menciptakan jarak emosional yang signifikan.
Pria ini akan meminta persetujuan ibunya untuk hampir semua hal, mulai dari keputusan kecil seperti pakaian yang dikenakan hingga keputusan besar seperti pasangan yang akan dinikahi.
Ketergantungan ini sering kali berakar pada rasa takut mengecewakan sang ibu, yang dalam beberapa kasus, bisa berkaitan dengan konsep kompleks Oedipus. Dalam hubungan, perilaku ini bisa membuat pasangan merasa kurang dihargai, karena keputusannya dianggap tidak cukup penting dibandingkan pendapat ibunya.
Bayangkan situasi ini: Anda dan pasangan memiliki rencana akhir pekan yang sudah direncanakan sejak lama, tetapi tiba-tiba ia membatalkannya demi menemani ibunya belanja atau menghadiri acara keluarga.
Ketidakmampuan untuk menetapkan batasan ini dapat menyebabkan pasangan merasa tidak dihormati atau diabaikan. Jika terus berlanjut, perilaku ini berisiko merusak hubungan cinta dengan pasangan.
Perbandingan antara pasangan dan ibu sering kali menjadi akar konflik dalam hubungan. "Ibu saya selalu memasak lebih enak," atau "Ibu saya tidak pernah lupa membereskan ini," adalah komentar yang dapat melukai perasaan pasangan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
